PB, KALBAR – Kedatangan dua petinggi Front Pembela Islam atau biasa disingkat dengan nama FPI, Ustad Achmad Sobri Lubis dan Hidayat Quaiandri Batang Taris ke Pontianak Kalimantan Barat, rupanya dianggap mengganggu pihak keamanan, hingga akhirnya harus dengan sabar menerima “pengusiran” dan harus kembali ke Jakarta ketika mereka baru saja menginjakkan kaki di Bandara Supadio Pontianak.

Akibatnya kedua anggota FPI yang baru saja tiba, Jumat (05/5) sekitar pukul 21.00 wita dengan menggunakan pesawat Lion Air, tidak sempat bertemu dengan anggota FPI yang sudah menunggu keduanya. Para pihak keamanan yang berasal dari unsur Polresta Pontianak, Brimobda Kalbar. Juga tampak anggota Kodim 1207/BS, serta Kasie Intel Lanud Supadio  memaksa keduanya untuk kembali terbang ke Jakarta menggunakan Pesawat Citilink.

IMG-20170505-WA0259

Sementara itu sekitar 20 puluh anggota FPI yang menunggu di bandara untuk menjemput, merasa kecewa karena tidak mendapatkan keterangan apapun dari pihak keamanan alasan “diusirnya” kedua pengurus FPI Pusat yang berencana untuk melakukan pelantikan Ketua DPC FPI Kubu Raya, yang akan dilakukan di Kompleks Sakura Jalan Adisucipto Pontianak.

Akibatnya para penjemput yang sudah berada di pintu kedatangan marah karena merasa adanya diskriminasi terhadap mereka, dan kekecewaan tersebut ditujukan kepada Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Iwan Imam Susilo.

IMG-20170505-WA0260

Para penjemput yang marah akhirnya melakukan tindakan yang mengakibatkan suasana di Bandara menjadi tegang, dan pihak keamanan akhirnya mulai melakukan tindakan keras untuk menghentikan beberapa anggota penjemput yang sudah meneriakkan takbir.

Dan beberapa orang dari penjemput terpaksa ditangkap oleh pihak keamanan dengan alasan jika mereka yang memprovokasi rekan-rekannya hingga membuat pihak keamanan melakukan tindakan pembubaran secara paksa kepada anggota FPI Kalbar.

Saat ini kondisi Bandara Supadio sudah kembali tenang dan beberapa anggota FPI yangd itangkap sudah kembali dilepaskan oleh pihak Kepolisian.

(jall)

loading...