PB, PAMEKASAN – Sungguh disayangkan, hanya karena diduga punya ilmu santet, Abdus Salam (50) warga dusun Tengah, desa Ambat, kec. Tlanakan, kab. Pamekasan, Jawa Timur, harus meregang nyawa ditangan orang tak dikenal. Selasa(16/5/2017) dini hari sekitar jam 01.00 WIB, dinihari.

Abdus sapaan akrabnya yang berprofesi sebagai nelayan tersebut ditemukan meregang nyawa didepan istrinya, Suhana (40) di pekarangan depan rumahnya.

Dari informasi masyarakat, sebelum terjadi peristiwa pembunuhan sekitar pukul 23.00 Wib, korban kedatangan dua tamu pria. Yakni, Asmuji warga Dusun Lao’ Sabe, Desa Ambat dan Suyanto warga Dusun Semaling, Desa Ambat.

Karena kondisi sudah malam, dan kedua suami istri, bermaksud untuk istirahat tidur, maka dengan sopan mereka berdua menerima tamu mereka, di sebuab tempat duduk mirip gardu yang terbuat dari bambu di depan halaman rumah mereka.

Korban meminta tamu mengutarakan maksudnya. Keduanya memohon kepada korban agar diberikan air putih, buat keponakannya yang sakit dan tak kunjung sembuh.

Namun korban menolak permintaan kedua tamu itu, karena korban selama ini tidak merasa memiliki keahlian apapun dalam hal pengobatan.

“Maaf, saya tidak bisa memenuhi permintaan untuk memberikan air putih buat kesembuhan keluarga sampeyan yang sakit. Kalau saya memberi air putih , nanti saya dituduh penyebab sakitnya keluarga sampeyan,”kata korban, seperti yang ditirukan sang istri, Suhana.

Karena korban menolak untuk memberi air putih, kedua tamu itu melontarkan kalimat ancaman pada korban.

“Kalau kami berdua tidak diberi air, nanti jika terjadi sesuatu, jangan menyesal!” kata salah satu tamu dengan nada mengancam, lalu meninggalkan keduanya di gardu.

Namun tidak berselang lama, sekitar sejam kemudian, suami istri yang masih berada di gardu membahas persoalan ancaman dan permintaan tamu mereka, tidak lama kemudian munculah dua orang pria dengan ciri-ciri bertubuh tinggi besar gemuk dan berambut gondrong. Dan tanpa banyak bicara keduanya lalu mengayunkan celurit ke arah korban.

Ketika bacokan pertama diayunkan, korban langsung berteriak kesakitan, sementara istri korban hanya mampu menghindar sambil berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Suhana juga memohon kepada kedua pria yang tidak dikenal agar tidak membunuh suaminya.

Namun pelaku sudah dirasuki kemarahan dan tanpa belas kasihan, kembali mengayunkan celuritnya ke arah korban. Korban akhirnya sempat menghindar dan lari.

Namun kondisi korban yang kesakitan, mengakibatkan upayanya untuk menyelamatkan diri sia-sia. Dan kedua pria yang mengejarnya langsung menyeret korban kembali ke halaman rumahnya. Dan bacokan berikutnya langsung membuat korban ambruk dan terkapar dengan kondisi tangan kirinya putus dan darah berceceran di halaman rumah.

Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKB Bambang Hermanto mengatakan, untuk menguak kasus pembunuhan yang menimpa korban, polisi sudah meminta keterangan istri korban, termasuk kedua pria sebagai tamu yang meminta air putih pada korban.

“Dugaan sementara kasus pembunuhan itu, korban diisukan memiliki ilmu santet. Namun hal ini belum bisa dibuktikan kebenarannya,” ungkapnya.

Bambang berjanji untuk mengungkap kasus tersebut dan akan menangkap pelaku pembunuhan tersebut.

(Vicky)

loading...