PB, Malinau – Syarifuddin alias Arnold Seorang pedagang asal Kabupaten Malinau, terpaksa harus kehilangan pekerjaan karena arogansi dari aparat kepolisian setempat. Kepada pembawaberita.com syarifuddin menilai tindakan Satreskrim Polres Malinau yang menyita Gula Pasir miliknya pada tanggal 14 Maret 2017 lalu adalah tindakan arogan.

Pasalnya kata dia,  meskipun Gula Pasir tersebut berasal dari Negara Malaysia namun gula pasir tersebut legal karena telah dibayarkan pajaknya dan gula pasir tersebut boleh diperjualbelikan di Kabupaten Malinau sesuai Surat Keterangan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Malinau yang ditandatangani oleh Drs. H.M. Makmun, S.IP., M.Ag. selaku Kepala Dinas.

IMG-20170530-WA0231“Ada surat juga dari pemerintah pak,  sehingga kami berani berdagang gula itu,” ujarnya kepada media ini melalui sambungan selulernya, Senin (29/5).

Kekesalan Arnold bertambah lantaran Kepolisian Resort Malinau tebang pilih dalam menangani kasus gula asal negara tetangga itu. Karena selain dirinya ada pula orang lain yang memuat gula pasir asal Malaysia di Mobilnya namun tidak diapa-apakan. ” Ada juga kendaraan lain sopirnya bernama Ardi biasa dipanggil Lahama mobilnya bernomor polisi DN 8463 DA yang jumlah muatannya sekira 300 Pack (kemasan plastik red) yang jumlahnya sekira 7 ton tapi tidak ditangkap,” keluhnya.

Dia juga menambahkan bahwa yang lebih membingungkan adalah saat ini di Kabupaten Malinau diselenggarakan pasar murah yang dimana salah satu komoditi yang dijual adalah gula pasir asal Malaysia.

IMG-20170530-WA0232“Rata-rata yang dijual dan dikonsumsi di sini adalah gula yang sama dengan gula saya  yang ditangkap Polisi,” kesalnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, Kasat Reskrim Polres Malinau AKP Ruslaeni kepada media ini mengatakan kasus tersebut telah masuk tahap penyidikan dan  pihaknya telah melakukan penangkapan sesuai undang-undang. “Terserah yang beri info suruh aja dicek dan suruh baca undang-undang,” ujar Ruslaini melalui nomor selularnya lewat sosial media Whatsappnya.

Dia juga mengisyaratkan tetap akan melakukan tindakan tegas bila masih ada yang memperjualbelikan Gula Pasir asal Malaysia. “Atau kalau gulanya ada suruh lewat aja pak, nanti saya tangkapin lagi,” tegasnya menantang.

Menyikapi pernyataan itu Harry JR aktivis LSM Lakip kepada media menyayangkan tindakan Kepolisian yang tidak mencerminkan sebagai pengayom masyarakat. Menurut dia peredaran Gula pasir Asal Malaysia di daerah perbatasan memiliki legalitas dan justru mempermudah warga. ” Kalau pemerintah mau melarang itu,  sekarang penuhi kebutuhannya jangan asal tangkap saja,” pungkasnya.

Untuk diketahui Gula pasir Milik Arnold berasal dari negara Malaysia dan dibeli olehnya di Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan. Sebagaimana di Kabupaten Nunukan, di Kabupaten Malinau Gula Pasir  asal negeri Jiran tersebut dapat diperjualbelikan seperti halnya sembilan kebutuhan pokok lainnya sesuai Surat Keterangan dari instansi terkait.

(Tim PB/sumber)

loading...