PB, JAKARTA – Ternyata CEO Indosat Ooredoo tidak belajar dari kasus Sari Roti yang mengalami penurunan harga saham, akibat diboikot oleh umat Islam hanya karena merasa tidak “rela” jika roti mereka dikaitkan dengan aksi 212 beberapa waktu lalu.

Dan kali ini, saham Indosat, sesuai laporan dari akun @JusDalle yang menamakan diri Ekonomi Digital, mencatat jika saham Indosat mengalami penurunan, akibat munculnya aksi solidaritas sesama umat Islam dengan jalan memboikot menggunakan chip Indosat.

Saham Indosat turun, efek #BoikotIndosat mulai kelihatan. Akhir pekan lalu ditutup 6.725,00. Jgn main2 dgn emosi konsumen yg hyperconnected.” Posting akun @JusDalle pada pukul 13.06 wib.

Para netizen rupanya tidak ragu-ragu untuk mengambil sikap terkait dengan hestek #BoikotIndosat yang masih menjadi trending topik Indonesia sampai berita ini diturunkan.

Banyak netizen juga ikut memunculkan sikap mereka melalui foto-foto dimana mereka membakar beberapa kartu baru, dan juga menggunting kartu chip mereka yang sedang dipakai.

CollageMaker_20170605_145548570_1Selain itu juga beberapa netizen langsung bereaksi dengan membuang dan mengganti provider mereka ke perusahaan selular diluar dari Indosat.

Yaudah gw boikot sj indosat ini. Beda pandangan politik jgn dbawa2 ke pekerjaan. Klu masih sama2 jd kuli nyadar diri lah.” @BuddySatriaz

Kami sekeluarga pelanggan setia Indosat sejak 12 tahun lalu. Atas tindakan sewenang2 Anda ini kami akan ganti provider lain. #BoikotIndosat “ @roninpribumi

Mulai kemarin, 11 orang anggota keluarga kami buang nomor Indosat yg sudah dimiliki lebih dari 10 tahun !!
#BoikotIndosat #BoikotIndosat,” @ZAEffendy.

Sebelumnya Riko M Ferajab sebagai Manager Business Inteligent dan Reporting di perusahaan provider Ooredoo Indosat, memposting sebuah kritik secara keras kepada pemerintah dan membuat hestek membela ulama dan juga Habib Rizieq Syihab, namun oleh CEO Indosat, Alexander Rusli, menganggap jika perbuatan Riko adalah orang yang anti NKRI, seperti yang ditulis dalam akunnya @alexanderrusli, “Sebagai perusahaan kami tdk tolerate sama sekali pegawai yang anti NKRI.

(Jall)

loading...