PB, NTB – Masa jabatan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhamad Zainul Majdi tinggal beberapa tahun lagi, namun warga NT, khususnya Masyarakat Mataram, tampaknya sudah tidak terlalu pusing untuk mencari pengganti Gubernur yang merupakan salah satu Gubernur yang juga menjadi penghafal Al Quran.

Siapakah yang layak menggantikan Zainul Majdi yang juga dikenal dengan nama Tuan Guru Bajang (TGB) ? Menurut Sahid yang juga salah satu tokoh masyarakat NTB yang juga salah satu tokoh dan senior jurnalis di NTB, hanya mantan Kapolda NTB, Brigjen Polisi Umar Septono yang layak menggantikan Zainul Majdi.

“Beliau adalah seorang pemimpin yang tahu bagaimana harus memperlakukan warganya, tidak sedikit sikap dan cerita tentang beliau yang menjadi contoh positif buat aparat lainnya,” ujar Sahid yang menganggap jika kepemimpinan Umar Septono selama menjadi Kapolda di NTB menjadi nilai plus bagi warga NTB.U

Brigjen Pol Umar Septono sendiri saat ini sudah menjadi salah satu pati di Kakorsabhara Baharkam Mabes Polri, usai menerima surat mutasi pada 3 Februari 2017 lalu.

Banyak kisah dan cerita selama Umar Septono menjadi Kapolda di NTB, mulai dari kisah kecelakaan yan terjadi di salah satu ruas jalan di Kota Mataram, hingga Kapolda turun tangan membantu dan menyuruh anggotanya untuk menggunakan mobil jabatannya untuk mengantarkan korban ke rumah sakit, bahkan Kapolda juga ikut turun tangan mengangkat langsung korban ke dalam mobil.

Ada juga cerita dengan kisah dua orang anggota Bhabinkantobmas Polsek Praya Barat Daya, Brigadir Indra Jaya dan Brigadir Ketut Surya Ningrat yang dengan begitu berani menghentikan laju kendaraan Kapolda yang saat itu menggunakan seragam resmi, hanya karena ingin menolong seorang nenek yang akan menyeberang, dan Kapolda mengapresiasi keduanya, ketika menjawab keberanian mereka karena didasarkan atas tugas untuk melayani masyarakat lebih dahulu dibandingkan melayani pimpinan.

Bahkan Umar pernah membuat heboh upacara yang dihadiri oleh seluruh petinggi Polda NTB, karena meminta seorang petugas kebersihan yang sudah mengabdi selama puluhan tahun di Mako Polda, untuk berdiri disampingnya lengkap dengan “senjata” sapunya, ketika Umar memberikan arahan dan sekaligus memuji tukang sapu, bahkan foto tersebut menjadi viral di sosial media.

Umar juga dikenal sebagai seorang muslim yang taat, bahkan sempat beberapa kali acara resmi ditinggalkan oleh Umar di tengah jalan hanya karena takut tidak bisa ikut shalat berjamaah di mesjid atau mushala terdekat.

“Kami meminta dengan hormat dan penuh harapan, agar pak Umar mau kembali ke NTB dan menjadi Gubernur, agar masyarakat bisa merasakan seorang pemimpin yang benar-benar bisa menjadikan masyarakat di NTB sejahtera dan dapat melaksanakan kegiatan mereka dengan penuh kegembiraan,” ujar Sahid yang akan mencoba menggalang petisi untuk meminta Umar Septono mau kembali ke NTB dan menjadi Gubernur.

(Jall)

loading...