(PB) – Timnas Indonesia U-19 tersingkir dari Turnamen Toulon 2017. Dalam laga terakhir mereka di babak penyisihan Grup C, Muhammad Riyandi dkk. kalah 1-2, pada laga terakhir Grup C, Selasa (6/6/2017) di Stade Jules-Ladoumègue, Vitrolles, Prancis.

Walau gugur lebih awal, Indonesia merasakan manfaat besar dari ajang tersebut. Pelatih Indra Sjafri menyebut, penampilan skuat Garuda Muda tampil di Eropa jadi momentum untuk membentuk generasi baru Timnas Indonesia.

“Yang pasti tim ini butuh banyak pertandingan dengan tim-tim yang kelasnya di atas mereka. Lawan-lawan di turnamen ini kita lawan pemain yang umurnya di atas kami,” kata Indra Sjafri.

Indra menuturkan pernyataan dari panitia turnamen, yang menyebut Indonesia tampil lebih baik dari tiga negara Asia yang jadi peserta. Selain Indonesia, adan Bahrain dan Jepang. Mereka juga tak lolos dari fase grup.

“Kata panitia di turnamen ini, dibandingkan dengan Jepang dan Bahrain, wakil dari Asia, Indonesia lebih baik,” imbuhnya.

Dengan tampil di Prancis, Indra semakin bersemangat menatap persiapan menuju Piala AFF U-19 2017.

Hal senada diungkapkan Hanis Saghara. Pemain yang mencetak gol ke gawang Skotlandia itu merasa senang bisa melawan tim-tim yang kualitasnya di atas Timnas Indonesia U-19.

“Saya sangat senang bisa bermain dengan tim-tim yang diatas kita dan negara yang punya nama besar seperti Brasil, Ceko dan Skotlandia,” katanya.

Alhamdulillah saya juga senang bisa cetak gol tadi, meski kami harus kalah. Banyak pengalaman dan ilmu yang saya dapat dari turnamen ini,” imbuhnya.

Salah satu pelajaran penting dari turnamen tersebut adalah para pemain mengetahui bagaimana bertanding melawan pemain Eropa dan Amerikan Latin yang posturnya jauh lebih besar dari Indonesia.

“Kondisi itu tidak mempengaruhi saya untuk berjuang. Untuk rakyat Indonesia saya dan tim minta maaf atas kekalahan semua di turnamen ini,” tegasnya.

Timnas Indonesia U-19 kembali ke Tanah Air pada 8 Juni. Setelah itu tim libur hingga tanggal 12 Juni.

( pb/bola )

loading...