(PB) – Warga Bunton Adipala, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyebut hewan itu sebagai sangga langit. Namun, orang lebih mengenalnya sebagai paus hitam. Bangkai mamalia raksasa itu menarik perhatian warga setempat setelah terdampar di bibir Pantai Bunton pada Rabu siang, 7 Juni 2017.

Bangkai paus hitam seberat sekitar 4 ton dengan panjang sekitar 20 meter dan lebar sekitar 1,5 meter terlihat warga setempat sekitar pukul 11.00 WIB. Kemungkinan, sangga langit itu terjebak di pantai hingga tak bisa bergerak.

Supriyanto, perangkat Desa Bunton Kecamatan Adipala Cilacap mengatakan, bangkai ikan paus hitam raksasa itu pertama ditemukan beberapa nelayan di dekat bibir pantai Bunton.

“Tadi siang sekitar jam 11.00 WIB, beberapa nelayan kaget melihat benda raksasa di bibir pantai. Saat itu kondisi laut sedang pasang. Setelah dicek ternyata bangkai ikan paus hitam yang sudah mati,” ucapnya.

Saat ditemukan, kata dia, kondisi bangkai paus hitam itu sudah tidak utuh dan warna kulitnya hitam pucat. Bahkan, bau busuk menyengat keluar dari bangkai itu.

“Kemungkinan sebelum terdampar di sini, ikan paus hitam raksasa ini sudah mati di laut lepas antara tiga sampai empat hari lalu. Karena kondisi bangkainya sudah mulai membusuk,” jelasnya.

Setelah air laut surut, ratusan warga berbondong-bondong menuju Pantai Bunton untuk melihat bangkai Sangga Langit. Meski bangkai sudah mulai berbau busuk, sebagian warga malah asyik berswafoto. Yang lainnya bahkan memegang bangkai tersebut meski diketahui berbahaya.

Maka itu, Supriyanto mengimbau warga tidak mendekati bangkai paus hitam apalagi memegangnya. Pasalnya, bakteri berbahaya ada di bangkai binatang yang kondisinya mulai membusuk.

Supriyanto menjelaskan, ikan paus hitam biasa disebut masyarakat setempat dengan nama ikan sangga langit. “Sangga langit berati penyangga langit. Jadi karena binatang ini besar, maka warga di sini menyebutnya seperti itu,” kata dia.

Rencananya, bangkai paus hitam raksasa akan dikubur warga setempat untuk menghindari bau busuk semakin menyengat. Informasi yang diterima Liputan6.com tak cuma sekali ini saja Pantai Bunton menjadi lokasi ikan raksasa terdampar.

Tiga bulan lalu, paus hitam raksasa juga ditemukan warga d pantai Bunton. Namun saat itu, paus hitam yang terdampar berukuran lebih kecil dari pada yang ditemukan kali ini.

“Ukurannya hanya panjang sekitar 12 meter dengan berat mencapai 2 ton. Saya nggak tahu kenapa kok ikan paus raksasa kalau mati terdampar di Pantai Bunton ini?” ucapnya.

Sementara itu, Camat Adipala Teguh Prastowo berpendapat penyebab kematian paus hitam itu karena pengaruh cuaca yang tidak menentu, walau mungkin juga disebabkan karena usianya yang sudah tua.

“Karena cuaca di laut selatan dalam beberapa pekan belakangan ini tidak menentu. Dan juga usia ikan sudah puluhan tahun, maka tak kuat melawat tebasan ombak tinggi hingga membuatnya terdampar di pantai

( pb/Liputan6 )

loading...