(PB) – Timnas Indonesia meraih kemenangan 2-0 dalam uji coba internasional melawan Kamboja, Kamis (8/5/2017) di Phnom Penh Olympic Stadium. Gol kemenangan Tim Merah-Putih dicetak Irfan Bachdim pada menit 25 dan Gian Zola pada masa injury time.

Terkait kemenangan ini, pengamat sepak bola asal Jatim Djoko Malis, menilai kemenangan tersebut layak didapatkan pasukan Garuda. Pasalnya, secara permainan Indonesia lebih pantas memenangkan pertandingan ini.

Dari catatan statistik, penguasaan bola Indonesia memang lebih banyak, 78 % berbanding 72 %. Namun bukan hal itu yang tampak positif di mata Djoko, melainkan efektivitas permainan.
“Efektivitas menjadi kunci kemenangan Indonesia pada pertandingan ini. Mereka tidak terpancing untuk mengikuti permainan lawan. Indonesia bermain dengan karakter dan caranya sendiri,” tutur Djoko.

Ia pun memuji penampilan Irfan Bachdim dkk. pada laga ini. Daya juang para pemain menunjukkan semangat mereka untuk memenangkan pertandingan sangat besar. Djoko melihat para pemain memiliki percaya diri yang bagus meski tampil di kandang lawan.

Djoko menilai, ini modal bagus yang dimiliki tim besutan Luis Milla. Sebab, mentalitas seperti inilah yang dibutuhkan Timnas Indonesia saat tampil di pentas internasional. Sebab, jika pada awal

pertandingan sudah grogi, sebagus apa pun potensi yang dimiliki sebuah tim, Djoko percaya timnas bakal menemui kesulitan jika secara mental tidak bagus.

Lini pertahanan

Tak hanya faktor nonteknis, dari sisi teknik Djoko menganggap Indonesia sudah tampil baik. organisasi menyerang dan bertahan sudah rapi. Setidaknya, meski beberapa kali umpan terobosan lawan tidak mampu dipotong, cara mereka menutup pergerakan serta ruang bagi lawan untuk mengumpan cukup bagus.

Namun, Djoko juga mencatat beberapa kelemahan yang masih tampak di pertandingan ini, terutama dalam mengantisipasi umpan-umpan tarik lawan. Faktanya, dua kali Kamboja hampir menjebol gawang Kurnia Meiga. Untung, akurasi tendangan pemain Kamboja buruk.

Sisi kanan pertahanan Indonesia juga tak lepas dari sorotan Djoko. Menurutnya, lini yang dijaga Gavin Kwan Adsit masih mudah ditembus lawan. Beberapa kali Kamboja mengeksploitasi sektor ini.

Selain itu, gol pertama Indonesia terjadi karena kesalahan pemain Kamboja dalam mengantisipasi lemaparan ke dalam. Baru gol kedua dicetak melalui skema yang tersusun dengan baik. “Kita tidak bisa berharap lawan tim lain bakal mendapati kesalahan seperti yang dilakukan pemain Kamboja. Untuk itu, mereka harus lebih kreatif dalam membongkar pertahanan lawan,” terangnya.

Djoko memaklumi bila kelemahan itu masih tampak di pertandingan ini. Sebab tim ini masih mencari bentuknya. Ia optimistis, setelah dilakukan evaluasi dan perbaikan, permainan Timnas Indonesia lebih baik.

JH (Sumber : Bola)

loading...