PB, JAKARTA – Memasuki hari-hari terakhir puasa dan juga menjelang mendapatkan Tunjangan Hari Raya bagi pegawai seperti yang di instruksikan oleh Kementerian Tenaga Kerja, agar satu minggu menjelang Ramadhan para pegawai diharuskan sudah menerima THR dari pihak perusahaan.

Namun para supir mobil Tangki bahan bakar minyak dari PT. Pertamina Patra Niaga yang tergabung dalam PT. Elnusa Petrofin justru mendapatkan diskriminasi dari perusahaan mereka bekerja dengan cara di PHK-kan secara sepihak oleh perusahaan.

Sebanyak 350 awak Tangki PT. Pertamina Putra Niaga mulai awal puasa secara mengenaskan mendapatkan pemecatan hanya melalui sebuah pesan singkat (SMS) dari pihak perusahaan.

Walaupun para awak tangki tersebut sudah bekerja selama bertahun-tahun, tanpa mendapatkan uang lembur, bahkan parahnya juga tidak mendapatkan jaminan keselamatan kerja, jaminan kesehatan, bukannya mendapatkan perhatian dari perusahaan, malah dihargai dengan sebuah SMS dengan bunyi pemutusan hubungan kerja secara sepihak.

Walaupun sejak akhir bulan Mei para awak mobil tangki, yang tergabung dalam Federasi Buruh Transportasi Perjuangan Indonesia (FBTPI) mencoba melakukan negosiasi dengan pihak perusahaan hingga mencoba mengadukan nasib kepada pemerintah, namun hasilnya tetap nol.

Akibatnya, para awak tangki mengambil jalan pintas, dengan cara mogok kerja, seusai segala percobaan negosiasi dengan perusahaan dan meminta bantuan pemerintah mendapat jalan buntu.

Mogok kerja ini direncanakan akan dilaksanakan sejak tanggal 19 hingga 26 Juni 2017, dan direncanakan akan meliputi wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Sumatera dan Banten.

Bahkan para awak mobil tangki akan membongkar semua kecurangan yang telah dilakukan oleh pihak pemodal perusahaan di PT. Elnusa Petrofin dan PT. Pertamina Patra Niaga terkait dengan pelanggaran undang-undang ketenagakerjaan selama mereka bekerja.

(Jall)

loading...