PB, JAKARTA – Entah berniat apa, seorang driver Grab Express dengan nama Suherlan yang menggunakan sepeda motor jenis Beat Series dengan nomor polisi B 3882 UL mendapatkan order untuk membawa paket dari Pegawai Provider Visa Umroh daerah Jatiasih, sebuah Passport atas nama Sudarmanto dengan alamat Citra Grand Cibubur, pada hari Rabu (14/6) sekitar pukul 19.00 wib.

Namun setelah ditunggu beberapa jam kemudian, Suherlan justru tidak juga muncul, bahkan nomor kontaknya justru mati dan tidak bisa diketahui keberadaannya. Akhirnya pihak Sudarmanto mencoba menelusuri keberadaan driver Grab tersebut.

Dan dari hasil penelusuran, driver beralamat di Pademangan IV gg.27 No.19 RT.006 rw.001 kel. Pademangan Timur Jakarta Utara. Dan pihak korban langsung mendatangi rumah Driver. Namun dari keterangan Suherlan justru berbelit-belit, bahkan pengakuannya, jika akun kepemilikan Grabnya dibajak oleh orang lain.

Akhirnya, Kamis (15/6) pihak korban melaporkan hal tersebut kepada pihak Grab di Head Office Grab Indonesia, yan beralamat di gedung Lippo Jalan Rasuna Said. Dan pihak Grab berjanji akan segera menuntaskan segera pencarian paspor yang hilang.

“Kepada driver Grab express, di bulan yang suci Ini, kami mohon dengan tulus agar mengembalikan passport kami,” ujar salah satu anggota keluarga, Wenny.

Menurut Wenny passport yang telah mendapat visa umrah Itu akan digunakan beribadah umroh pada sabtu 17 juni 2017.

“Semoga Alloh mengetuk hati siapapun yang sedang memegang passport kami, Karena tanpa passport tersebut hilang sudah harapan kami untuk bisa beribadah umroh di bulan Ramadhan ini.” Lanjut anggota keluarga.

Bahkan anggota keluarga lainnya juga memohon agar rekan-rekan driver Grab untuk membantu menulusuri keberadaan passport tersebut.

“Kami berharap manajemen Grab lebih baik dalam menerapkan SOP untuk melayani masyarakat dan semoga Ini menjadi kejadian terakhir dan tidak ada lagi kasus seperti Ini terulang kembali.” Pungkasnya.

Namun pihak keluarga berjanji akan melakukan laporan polisi apabila sampai dengan Sabtu (17/6) paspor tersebut tidak juga ditemukan, maka pihak korban akan melaporkan dengan tuduhan melakukan penggelapan barang dan menghilangkan dokumen negara.

(Jall)

loading...