PB, JAKARTA – Mengarungi waktu selama 12 tahun, Band Killing Me Inside (KMI) yang di gawangi 4 personil dan ditambah mantan vokalis dari grup band Garasi, Aiu mencoba untutk menggebrak dunia musik Indonesia.

Dengan singel bertitel Fractured (retak) KIM mencoba untuk menembus pasar dunia, dengan mengubah lirik mereka menggunakan bahasa Inggris.

“Kami sangat berkeinginan untuk bisa pentas di luar negeri, itu salah satu alasan menggunakan lirik berbahasa inggris,” ujar Gitaris KIM Josaphat Klemens.

KIM sendiri saat ini sedang merayakan ulang tahun yang ke 12, sejak terbentuk Juni 2005 lalu, dan sebagai band yang mengusung musik Hardcore dan Alternative pop rock seperti pengakuan basis KIM, Erlangga. Dan sebagai band yang mengusung musik keras, mereka mendapatjan kehormatan untuk mewakili Indonesia di festival musik Busan Korea Selatan.

“Kami tahun ini juga mendapat undangan untuk tampil di salah satu acara musik di Malaysia,” ujar Josaph dalam jumpa pers peluncuran singel terbaru mereka yang bertitel Fractured di Mokka Coffe Cabana, One Bell Park Fatmawati, Jakarta Selatan.

Fractured sendiri bercerita tentang kegelisahan salah satu personil mereka, Rudye yang mencoba untuk mengkritisi tentang kondisi sosial yang mereka hadapi saat ini yang berasal dari kehidupan dan lingkungan sekitar.

Killing Me Inside akan memperdengarkan singel terbaru mereka di ajang fashion hijabers yang berlokasi di tempat yang sama, yang diselenggarakan Rumah Media yang bekerjasama dengan grup band yang personilnya telah mengalami bongkar pasang, sejak mulai berdiri yang berawal dari sekelompok anak muda dari beberapa Sekolah Menengah Umum di Jakarta.

(Jall)

loading...