PB, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Teroris rupanya ingin menjadikan remaja Kota Palu Sulawesi Tengah untuk bisa berkecimpung dalam dunia perfileman. Dan kali ini BNPT mencoba untuk memberikan ilmu tentang dunia akting dengan filosofi sebuah film.

Dan yang mendapatkan kehormatan untuk memberikan dan membagikan ilmu tentang film atau lebih tepatnya sebuah filosofi tentang film, adalah aktor kawakan Ray Sahetapy.

Ray Sahetapy sendiri dikenal sebagai salah satu aktor senior yang sampai saat ini tidak pernah meninggalkan dunia perfilman Indonesia, bahkan Ray bersama rekan-rekannya mencoba untuk membangkitkan rasa kecintaan terhadap dunia film Indonesia yang lebih banyak dipandang sebelah mata, dengan membuat sebuah kelompok yang dinamakan Komunitas Cinta Film Indonesia.

Ray sendiri dikenal dengan dunia akting sejak puluhan tahun lalu, bahkan Ray juga sama-sama satu alumnus dengan Budayawan Rendra, Garin Nugroho di Akademi Seni Drama Film Indonesia (Asdrafi) Yogyakarta yang kampusnya berada di lingkungan Keraton Ngayogyakarta.

Dalam pelajaran Filosofi Film yang dibagikan kepada anak muda Kota Palu, Ray menegaskan jika Khatulistuwa, Bhineka Tunggal Ika, Pancadarma, Pancasila dan Nusantara adalah landasan yang sangat penting bagi seseorang untuk membuat film, karena ciri khas sebagai bangsa Indonesia tidak boleh hilang.

“Film yang dihasilkan harus yang bisa membuat penonton menjadi cerdas bukan membodohi,” ujar Ray kepada para peserta yang juga akan mengikuti lomba pembuatan film pendek, di Swiss Bell Hotel Palu, selasa (14/6).

Ray bahkan meminta dan mengingatkan keragaman, keindahan dan berbagai hal, termasuk sejarah di seluruh tanah air Indonesia bisa menghasilkan sebuah film yang benar-benar original dan menjadi tontonan yang menarik dah mencerdaskan.

“Setiap pembuat film harus memahami nusantara, agar filmnya betul-betul merepresentasikan jati diri masyarakat Indonesia” jelasnya dihadapan para 35 pelajar SMA yang terpilih yang sederajat se-Kota Palu.

Kegiatan ini berlangsung selama sehari dan antusias para peserta terlihat dari semangat seorang Ray yang akhirnya juga tidak mengenal usia untuk memberikan yang terbaik bagi dunia film Indonesia.

(Jall/sumber)

loading...