PB, KEBUMEN – Razia petasan oleh Polres Kabupaten Kebumen selama tahun 2017, terakhir pada tanggal 5 juni 2017 dengan jumlah barang bukti berupa ratusan petasan siap jual dan ditambah sekitar 35 kilogram bahan baku berupa bubuk mesiu. Hingga total barang bukti yang dimusnahkan berjumlah sekitar 287 kilogram dimusnahkan dengan cara dibakar.

Akibatnya netizen langsung memberikan julukan “Cerdas” kepada pihak Kepolisian Resort Kebumen, karena 287 kilogram barang bukti tersebut lebih mirip dengan bom, dan dipastikan akan berakibat sangat fatal jika dimusnahkan dengan cara dibakar.

Akibatnya bisa diduga, “Bom” petasan yang dibakar, langsung menghantam kaca dan plafon 17 rumah warga yang berada dekat dengan lokasi pemusnahan di areal tambang batu cadas Desa Sumeleng.

Pihak Polres Kebumen melalui Kasubag Humas, AKP Willy Budiyanto mengatakan jika pemusnahan dengan cara dibakar memang sudah diupayakan agar tidak menimbulkan permasalahan, hingga dipilih lokasi tambang batu cadas, namun kejadian yang menimpa rumah warga yang dianggap cukup jauh, diluar perkiraan pihak polres.

Standart Operating Procedures (Standar Prosedur Operasi) atau biasa disingkat dengan SOP, sudah dilaksanakan dengan mengurai bahan-bahan petasan dengan cara menyebarkan serbuk mesiu yang jadi bahan baku petasan, di tanah dan perhitungannya ketika di bakar hanya akan menimbulkan percikan api.

Namun perhitungan tersebut ternyata salah, karena serbuk yang disebarkan ternyata masih terlalu tebal, ” Untungnya tidak ada korban jiwa, selain kerusakan ringan beberapa rumah,” ujar Willy Budiyanto.

Netizen yang heran dengan cara pemusnahan yang dilakukan hingga mengakibatkan kerusakan pada belasan rumah warga, mengakibatkan netizen menyindir anggota Polres Kebumen sebagai tindakan “cerdas”.

(Jall)

loading...