PB, TERNATE – Pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Daerah Maluku Utara, dari Brigjen Polisi Drs. Tugad Dwi Apriyanto, SH. MM, kepada Brigjen Polisi Drs, Achmad Juri M. Hum berlangsung khidmat dalam acara Farewell and Welcome Parade.

Dalam sambutannya, Achmad Juri mengapresiasi kinerja Kapolda lama, yang dianggapnya berhasil dengan mengantisipasi dengan baik soal kejahatan pada sumber kekayaan alam, terutama di bidang Illegal Mining, Illegal Logging, Illegal Fishing. Termasuk penindakan pidana korupsi maupun kejahatan Narkotika, Human Trafficking, Terorisme dan Perdagangan senjata api ilegal.

“Saya yakin dan percaya jika keberhasilan tersebut dapat diraih berkat sikap tanggap cepat dan tepat Bapak Brigjen Pol Drs. Tugas Dwi Apriyanto, SH,. MM dalam mengambil keputusan serta mengelola kemampuan dan potensi sumber daya yang dimiliki jajaran Polda Maluku Utara,” ujarnya memuji Kapolda yang digantikannya.

Achmad Juri sangat mengharapkan jika para jajaran kepolisian di bawah komandonya, dapat menjaga dan juga bisa memberikan peningkatan dalam mengantisipasi kejahatan yang semakin hari semakin canggih.

“Saya mohon kerjasama dan dukungan dari seluruh aparatur, baik itu pemerintah sipil maupun militer dan tentu saja seluruh rakyat Maluku Utara,” ujarnya kepada para hadirin yang hadir.

Menurutnya jabatan dan amanah yang akan diembannya, ini dapat menjalankan program-program kerja yang sudan digariskan maupun yang sedang dirintis oleh pendahulunya, agar kedepannya dapat mewujudkan sebuah sosok tampilan Polda Malut yang bisa memenuhi harapan dan sesuai dengan keinginan masyarakat Maluku Utara.

“Kita ketahui bersama bahwa Maluku Utara memiliki keragaman Suku Bangsa Adat dan Budaya yang beraneka ragam dengan sumber daya alam yang melimpah. Hal ini Tentunya Maluku Utara memiliki tingkat gangguan Kamtibmas yang kompleks,” ujar Achmad Juri yang bertekad untuk memberikan yang terbaik selama kepemimpinannya.

Kapolda menyampaikan atensinya yang pertama kepada seluruh jajaran personil Polda Malut, agar selalu meninhkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan personil Mako Polda, Polres, Polsek dan juga sudah tentu setiap pos-pos polisi agar bisa mengantisipasi jika adanya penyerangan terhadap anggota kepolisian.

“Lakukan secara teratur latihan menembak, beladiri dan juga tidak meninggalkan pelaksanaan tes psikologi bagi para pemegang senjata api,” ujarnya sa!bil menambahkan jika teroris adalah sebuah kelompok nyata, dan mereka sudah pasti akan berada di tengah-tengah masyarakat.

Maka Kapolda berharap agar program Siskamling dapat kembali dihidupkan di dalam masyarakat sekitar, dan tentunya pro aktif dalam gerakan sambangi dan sosialisasi dari Bhabinkantibmas kepada masyarakat. Namun Kapolda mengingatkan jika para anggota Kepolisian dapat melakukan tugas dengan baik dan benar, harus dimulai dari kedisiplinan,

“Karena Disiplin adalah modal utama yang harus dimiliki dalam mengemban tugas yang diberikan dan mendukung Setiap kegiatan untuk meningkatkan prestasi Polda Malut dalam mewujudkan misi sebagai pembina Kamtibmas di wilayah Maluku Utara.” Tegas Kapolda.

Sebagai himbauan terakhir, Kapolda kembali mengingatkan jika masyarakat sudah tentu akan menuntut penegakan supremasi hukum hak asasi manusia dan demokratisasi yang mengharuskan anggota polisi “Tidak Boleh Salah” dalam bertindak, karenanya memenuhi hal tersebut, seluruh jajaran anggota Polda Malut agar lebih proaktif, berpikir maju, bergerak cepat tepat dan terukur serta Profesional, proposional dan Humanis.

(Junex)

 

loading...