PB, PURWOKERTO – Organisasi Wanita Aisyiyah yang sudah terbentuk di Yogyakarta sejak 19 Mei 1917 ini merupakan sebuah organisasi milik Organisasi Islam Muhammadiyah yang bergerak secara otonom. Didirikan oleh, Nyai Hajjah Walidah Ahmad Dahlan, istri dari Kyai Haji Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah.

Organisasi ini juga bergerak untuk memberikan manfaat demi peningkatan dan kemajuan harkat dan martabat perempuan Indonesia, yang kemudian dapat memberikan sumbangsih dalam pembangunan taman kanak-kanak pertama kali pada tahun 1919, dengan nama Frobel. 

Dalam perkembangannya Taman Kanak-Kanak pertama di Indonesia ini, kemudian semakin berkembang bertambah banyak, hingga akhirnya namanya diseragamkan menjadi TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal yang saat ini telah mencapai 5.865 Taman Kanak-Kanak di seluruh Indonesia. Tidak berhenti disitu, Aisyiyah kemudian lanjut membangun Sekolah Dasar, Sekolah Menengah hingga ke perguruan tinggi. Organisasi ini juga memiliki rumah sakit, balai bersalin, panti asuhan, panti jompo, rumah-rumah sosial, lembaga ekonomi dan masih banyak lagi kegiatan lainnya.

Namun kini sebuah sekolah TK dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) milik Aisyiyah Kabupaten Banyumas, Jateng, menjadi sorotan, akibat berita yang dimuat di sebuah media cetak, memuat pernyataan Ketua Himpaudi (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini) Banyumas, Khasanatul Mufidah yang menganggap jika kegiatan bernyanyi lagu berjudul “Tepuk Anak Sholeh” oleh anak-anak TK dan PAUD Aisyiyah Purwokerto, tidak mengajarkan anak-anak sebuah sikap toleransi.

Alasan Khasanatul dikarenakan dalam syairnya ada kalimat, “Islam Islam Yes, Kafir Kafir No” nantinya akan membuat anak-anak tersebut bersikap intoleran dan akan merusak kebersamaan hingga ke jenjang pendidikan berikutnya. Bahkan Khasanatul meminta agar lagunya diganti atau syairnya diubah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Purwadi Santoso rupanya ikut menanggapi dan menyalahkan pihak sekolah terkait dengan syair yang dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan, bahkan Purwadi mengatakan jika syair tersebut sudah mengajarkan hal yang bersifat negatif.

Ketua Pengurus Daerah Aisyiyah Banyumas, Zakiyah justru merasa heran dengan keberatan keduanya, apalagi soal dikatakan menjurus ke hal negatif. Karena Zakiyah sejak mulai sekolah di TK Aisyiyah sudah menyanyikan lagu tersebut, dan tidak ada masalah kedepannya terkait dengan perkembangan anak.

“Sejak saya masuk TK Aisyiyah, lagu itu sudah ada dan selama ini juga tidak ada masalah, Kenapa sekarang baru dipersoalkan ?” ucapnya dengan nada heran. Zakiyah menambahkan jika syair yang dipersoalkan tersebut, menurutnya itu sudah ada dalam ajaran Islam dan sesuai dengan akidah Islam.

Terkait dengan pernyataan Intoleran dan merusak kebersamaan, semakin membuat Zakiyah heran dan menganggap jika pernyataan itu mengada-ada, “tidak tolerannya yang bagaimana ? saya yang sejak anak-anak menyanyikan lagu itu, saya kira tidsk kurang toleran, lalu kenapa dipersoalkan ? ” ujar Zakiyah yang merasa jika pernyataan itu hanyalah sebuah sikap karena ketidaktahuan mereka jika saat ini ada sesuatu yang lebih besar lagi yang akan membuat Islam semakin ribut hingga saling berbenturan yang dilakukan oleh kelompok di luar Islam.

“Marilah kita berpikir jernih, dalam situasi semacam ini, sesama umat Islam janganlah terpancing hingga kita mau dibenturkan,” ujarnya menyikapi secara jauh dan bijaksana terkait dengan pernyataan yang muncul jika persoalan intoleran yang sedang marak digunakan oleh musuh Islam sebagai senjata untuk menghantam balik Islam dengan cara mengadu domba sesama Islam.

“Dalam ajaran Islam, jika anda tidak beragama Islam maka istilahnya atau disebut kafir, tidak ada lagi sebutan lainnya dan di agama lain juga ada sebutan untuk orang yang tidak seagama dengan mereka, lalu kenapa protes ? Jika yang protes beragama Islam, sepertinya saya tidak bisa percaya jika dia Islam, karena ajaran Al Quran saja dia protes, jika dari agama lain, apa urusannya ya ?” ujar Yakub Arupalakka salah satu alumni 212 yang sering muncul dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh Alumni 212.

Berikut Syair Lagu “Tepuk Anak Shaoleh”

AKU (tepuk tangan 3x) ANAK SHOLEH (tepuk tangan 3x)

RAJIN SHOLAT (tepuk tangan 3x) RAJIN NGAJI (tepuk tangan 3x)

CINTA ISLAM (tepuk tangan 3x) SAMPAI MATI

LA ILAHA ILLALLAH….MUHAMMADUROSULULLAH  

ISLAM..ISLAM..YES, KAFIR..KAFIR…NO 

(Jall)

 

loading...