PB, JAKARTA – Pelantikan anggota Kadin Komite Timur Tengah (KKTT) berjalan lancar, para tamu undangan cukup puas dengan susunan anggota KKTT yang dipimpin oleh seorang pengusaha di bidang properti, Haji Jose Rizal, di Gedung Balai Kartini jalan Gatot Subroto Jakarta, Senin (31/1).

Jose Rizal bersama anggotanya dilantik langsung oleh Ketua Umum Kadin Edi Ganefo, dan kemudian didampingi mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli ketika menyerahkan bendera Pataka kepada Jose Rizal usai dilantik. Selain itu Jose Rizal juga melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia LKPI, di tempat yang sama.

Jose Rizal mengatakan jika perdagangan antara Indonesia dengan kawasan Timur Tengah sudah terjalin, hal itu terbukti dengan investasi di bidang Minyak dan Gas Bumi sebesar 12,2 milyar US Dollar lalu ada juga di bidang energi terbarukan yang nilainya mencapai hingga 55 milyar US Dollar. Namun rupanya Jose masih belum merasa puas, hal itu terlihat dari hasil wawancara dengan pembawaberita.com

“Kami sadari jika saat ini pemerintah lebih condong untuk melakukan investasi dengan negara di Asia, namun para pemilik modal di kawasan timur tengah tidak bisa dipandang sebelah mata, bahkan banyak negara-negara di dunia lainnya, ingin sekali melakukan kerjasama dengan mereka, dan kita sebenarnya sudah memiliki sejarah panjang dalam perdagangan keduanya,” ujar Jose.

Yang dimaksud oleh Jose Rizal, ketika masuknya para pelaut dari negara lain yang disewa oleh pedagang ke Indonesia untuk mencari rempah-remah yang pada jaman itu sebelum Indonesia dijajah Belanda, para pedagang dari tanah Arab sudah masuk ke Pulau Ternate dan Tidore di Maluku Utara untuk membeli Cengkeh, Pala dan Fuli (kulit dalam buah pala) yang menjadi campuran untuk makanan para raja dan orang-orang kaya pada jaman itu, dan rempah-rempah di Pulau Ternate dan Tidore dikenal sebagai rempah terbaik dan berkualitas tinggi, hingga harganya sangat mahal.

“Nilai historis perdagangan antara Indonesia dan Timur Tengah sudah dimulai sejak dulu, hal inilah yang menggugah saya untuk mencoba mengembalikan kejayaan perdagangan kedua belah pihak, karena Indonesia sendiri sampai saat ini memiliki banyak potensi yang bisa mendatangkan investor dari timur tengah,” ujarnya yakin dengan misinya untuk bisa menembus perjalanan investasi dari Timur Tengah ke Indonesia.

Bahkan investasi di bidang energi terbarukan yang sedang digalakkan oleh pihak investor timur tengah di Indonesia, diharapkann Jose agar bisa masuk hingga ke dunia pendidikan, terutama dikalangan mahasiswa agar bisa ikut tertarik dan mau melakukan riset dan penelitian untuk bisa mengembangkan energi terbarukan.

“Jika memang ada keseriusan, apalagi sampai bisa memberikan hasil walaupun belum maksimal, pasti investor itu mau memberikan bantuan dana,” ujar Jose, yang juga mengingatkan jika  dana memang sangat penting, namun ilmu lebih utama karena tidak bisa dinilai dengan uang.

Kami akan mencoba untuk melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah agar KKTT bisa menjadi salah satu mitra pemerintah dalam melakukan lobi dengan iunvestor dan pemilik modal disana,” ucapnya, yang meyakini jika pemerintah lebih bagus untuk mempercayakan kepada pengusaha, “Karena Kadin tidak ikut dalam politik, Kadin murni hanya berbicara bisnis bukan politik,” ujarnya menambahkan, sekaligus mengakhiri pembicaraan.

(jall)

 

loading...