PB, JAKARTA – Usai pelaksanaan Aksi Bela Islam 212 yang berhasil membuat dunia kagum, dikarenakan jumlah massa yang diperkirakan mencapai hingga 7 juta orang namun bisa berjalan dengan tertib tanpa ada satupun tindakan pengrusakan bahkan bunga dan rumput yang berada di taman kota tetap tumbuh. Namun beberapa hari kemudian, masyarakat dikagetkan dengan tindakan polisi yang melakukan penyitaan buku tabungan yang berisi uang Rp. 3 milyar sumbangan dari umat Islam yang dikelola oleh GNPF – MUI.

Walaupun sudah dilakukan berbagai cara untuk mengambil kembali buku tabungan tersebut, namun pihak kepolisian tetap saja bersikeras jika adanya aliran dana dari GNPF MUI kepada kelompok ISIS yang sampai saat ini menjadi sebuah perbincangan di berbagai kalangan, dikarenakan tindakan yang dilakukan oleh kelompok ini justru meresahkan umat muslim, dikarenakan kelompok ini justru membuat nama Islam terpojok akibat tindakan mereka yang justru tidak mendapatkan simpatik umat Islam. Namun tuduhan polisi soal aliran dana ke ISIS tidak terbukti.

DGMVdg7WAAAaDIv DGMVdhFXkAUDbCN

Setelah beberapa kali pertemuan dengan petinggi polri dan cuma mendapatkan janji-janji, namun buku tabungan tetap saja ditahan, hingga akhirnya dalam sebuah undangan yang dilakukan di Istana negara dengan Presiden, perwakilan alumni 212 bersama GNPF MUI mencoba untuk meminta kepada Presiden Jokowi agar buku tabungan tersebut bisa dikembalikan kepada umat Islam karena beberapa program bantuan untuk umat Islam lainnya otomatis terhenti dikarenakan tidak memiliki dana.

Setelah menunggu begitu lama, akhirnya buku tabungan tersebut dikembalikan kepada pengurus melalui ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir. Foto-foto yang beredar di sosial media memperlihatkan Bachtiar Nasir dan Pengacara GNPF MUI, Kapitra Ampera sedang memegang buku tabungan yang dananya disimpan di BNI Syariah.

(jall)

loading...