PB, JAKARTA – Secara mengejutkan Harry Tanoe mengeluarkan pernyataan kalau dirinya dan juga seluruh kader Partai Perindo akan mendukung Jokowi untuk menjadi capres 2019 nanti. Klaim ini dikatakan oleh Sekjen Partai Perindo, Ahmad Rofiq, dan pernyataan untuk mendukung secara resmi rencananya akan dilakukan dalam Rapat Pimpinan Nasional ke II Partai Perindo yang rencananya akan dilaksanakan akhir tahun 2017.

Alasan untuk mendukung Jokowi, menurut Ahmad dikarenakan Partai Perindo melihat jika visi yang sedang dilaksanakan oleh Jokowi, memiliki kesamaan dengan visi Perindo yang ingin memajukan bangsa Indonesia. “Karena misi utama Perindo bagaimana menjadi bagian dari kemajuan bangsa dan capres yang miliki visi yang sama akan didukung termasuk Jokowi,” uajrnya.

Harry Tanoe sendiri sedang mengalami persoalan hukum akibat kasus pengancaman yang dilakukan kepada Jaksa Yulianto, yang kemudian dilaporkan ke Mabes Polri. Harry Tanoe akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian karena dianggap melanggar Pasal 29 UU Informasi dan Transaksi Elektronik denga ancaman maksimal 12 tahun penjara serta denda Rp. 2 miliar.

Yakub Arupalakka, seorang aktivis yang sering melakukan demo kepada pemerintah, sepertinya tidak kaget dengan pernyataan yang dibuat oleh Perindo jika ketua umum mereka langsung menyatakan dukungan kepada Jokowi untuk maju sebagai capres 2019 nanti.

“Kita tahu kok siapa Harry Tanoe, dia ingin cari aman, ketimbang 12 tahun dalam bui, hanya gara-gara sms,” ujar Yakub yang menyebutkan jika Harry Tanoe bukanlah seorang pejuang demokrasi murni, hanya karena takut menghadapi status sebagai tersangka. ” Yang kemarin dukung Prabowo, langsung belok dukung Jokowi, begitulah jiwa mereka,” ujar Yakub sambil tersenyum.

“Kisah Mendukung Capres” ini semakin terbuka jika sebenarnya pernyataan dari Perindo itu hanya cara “Cari Selamat” Harry Tanoe, karena Menkopolhukam Wiranto, tiba-tiba saja mengeluarkan pernyataan jika persoalan hukum yang sedang dijalani oleh Harry Tanoe tidak akan dihentikan karena telah mengeluarkan pernyataan mendukung Jokowi.

“Saya (pastikan) tidak (berhenti),” ujar Wiranto kepada awak media di Kompleks Istana Negara, Rabu (2/8/17) singkat. Wiranto sendiri pernah bersama dengan Harry Tanoe, ketika mereka berdua berencana untuk berpasangan maju sebagai Capres dan Cawapres pada pilpres sebelumnya. Namun keduanya lepas dan Harry Tanoe akhirnya buat partai sendiri.

Jawaban Wiranto atas pertanyaan wartawan terkait dengan Harry Tanoe, seakan menandakan jika hukum yang melibatkan siapa saja, bisa mendapatkan keringanan atau bisa dapatkan kebebasan, asalkan mau menjadi bagian dari pemerintah Jokowi.

“Saya tidak mengatakan demikian, tapi kesimpulan anda juga sepertinya tidak salah, karena beberapa kejadian terdahulu sikap pemerintah sangat bisa ditebak kemana arahnya,” ucapnya. Yang dimaksud oleh Yakub adalah perlakuan istimewa yang didapat oleh Ahok selama menjalani pemeriksaan hingga sidang, namun bisa merasakan kebebasan, bahkan keistimewaan yang diterima Ahok tidak berhenti sama sekali, walaupun sudah memiliki kekuatan hukum, namun Ahok tidak di tahan di Cipinang dan cuma dititipkan ke Rutan milikBrimob Kelapa Dua.

(jall)

loading...