PB, JAKARTA – Ketua Himpaudi Banyumas Khasanatul Mufidah, yang juga Ketua Muslimat PAC Patikraja dan menjadi Pembina di Ikatan Pelajar Putri Nadhlatul Ulama (IPPNU), yang mempersoalkan para anak-anak TK dan PAUD Aisyiyah Banyumas menyanyikan lagu “Tepuk Anak Sholeh” karena merasa jika lirik “Islam….Islam Yes, Kafir…Kafir No” sebagai pembelajaran kepada anak-anak sikap intoleran dan melupakan kebersamaan.

Bahkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Purwadi Santoso juga meminta agar syair tersebut diganti atau dirubah, walaupun tidak mengemukakan alasannya namun Purwadi menganggap jika syair tersebut memiliki nuansa negatif.

Ketua Pengurus Daerah Aisyiyah Kabupaten Banyumas, Zakiyah, balik mempertanyakan soal dimananya dari syair itu yang dimaksud intoleran dan memiliki nuansa negatif, karena lagu tepuk anak sholeh ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu, namun sampai saat ini tidak ada satupun alumni TK dan PAUD Aisyiyah yang menunjukkan sikap intoleran, termasuk dirinya yang bersekolah dan juga menyanyikan lagu tersebut semasa sekolah.

Rupanya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy juga ikutan heran dengan adanya pernyataan dan asumsi yang beredar jika lagu “Tepuk Anak Sholeh” dikatakan berbahaya karena mengandung unsur intoleran dan bersifat negatif. Karena menurutnya tidak permasalahan sama sekali dengan lirik lagu tersebut.

“Yang menjadi masalah jika anak-anak sambil menyanyikan lalu menunjuk seseorang dan mengatakan kafir, dan terpenting tidak mengalamatkan kepada seseorang bahwa saya Islam tidak boleh kafir, masa tidak boleh ?” tanyanya heran dengan adanya protes yang dilakukan Khasanatul Mufidah dan Kadis Pendidikan Kabupaten Banyumas, sambil menambahkan jika lirik lagu tersebut para guru harus memberikan pemahaman jelas kepada anak didiknya.

(jall)

loading...