PB, JAKARTA – Berubahnya haluan “kapal” milik Harry Tanoe, Perindo, mendukung Presiden Joko Widodo untuk kembali meramaikan calon presiden RI 2019 nanti, rupanya membuat beberapa partai ketar ketir.

Dalam rilis daftar orang terkaya di Indonesia yang dilakukan majalah Forbes, edisi Maret 2017, Harry Tanoe pada tahun 2016 lalu masih menempati urutan ke 29, namun tahun 2017 Harry Tanoe yang biasa disapa dengan nama inisialnya HT, langsung menyodok masuk ke urutan ke 19 dengan jumlah kekayaannya mencapai sebesar US $ 1,1 milyar yang didapat dari bisnis media dan sebagai rekan bisnis dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dengan jumlah kekayaan yang terus naik dengan signifikan, HT tentu saja membuat partai-partai pendukung Jokowi yang sebelumnya lebih banyak mengandalkan pemasukan bagi hasil dari beberapa dukungan, tentu saja meradang, karena HT bukan tidak mungkin akan menyodok posisi mereka untuk posisi penting.

“Yang harus diwaspadai oleh PDIP dan Nasdem bukan hanya uangnya banyak, namun teman HT yang namanya Donald Trump, presiden Amerika Serikat, karena bukan tidak mungkin para ahli dan penasehat politik Donald Trump dipinjamkan untuk membantu HT dalam pilpres nanti,” ujar Yakub Arupalakka tersenyum membayangkan suasana dalam ruangan sambil berdebat jika HT sudah resmi masuk dalam kelompok “Kecebong” sebutan netizen untuk pendukung Jokowi.

Bahkan PDIP yang selama ini dikenal sebagai salah satu partai yang memiliki kekuatan di seputaran Istana Negara, juga ikutan merasa khawatir, hingga arah kemudi Perindo yang berubah sejak kemarin, langsung di kritik PDIP dengan menyebut jika Perindo hanya ingin numpang nebeng dan berlaku pragmatis.

Selain PDIP Taufiqulhadi politikus Partai Nasdem juga ikutan mencibir Perindo dengan mengatakan jika Perindo seperti Angkot (Angkutan Kota) yang kurang penumpang, karena Angkot jika penumpangnya kurang terkadang memutar ulang untuk mencari penumpang tambahan, demikian perumpamaan yang dikatakan oleh Taufiqulhadi.

“Tahu-tahu sudah mutar di tengah jalan, jika mutar-mutar seperti itu bakalan tidak pernah sampai tujuan nanti,” ujarnya sambil menambahkan jika kasus sms yang sedang menimpa HT merupakan alasan utama merapat ke Presiden Jokowi.

Namun berbeda dengan partai pendukung lainnya, Hanura dan Golkar justru merasa senang, karena dengan masuknya Perindo berarti kekuatan mereka dalam peta politik 2019 nanti akan semakin memperkuat barisan mereka.

Perindo sendiri sampai saat ini mengklaim jika mereka telah memenuhi syarat jumlah yang ditetapkan KPU di Propinsi, Kabupaten dan Kecamatan untuk di verifikasi sebagai salah satu persyaratan agar bisa lolos sebagai partai peserta pemilu.

Berubahnya haluan HT beserta Perindo untuk mendukung Presiden Jokowi dalam pilpres nanti justru ditanggapi gembira para umat Islam, bahkan para petinggi GNPF MUI juga merasa jika HT lebih cocok berkumpul dengan kelompok Jokowi, “Selama ini kami merasa jika HT bukanlah bagian dari umat Islam, contohnya ketika acara Miss Universe dulu, HT dengan sombongnya tidak mengindahkan kami soal acara yang mengumbar aurat wanita, di stasiun televisi miliknya,” tulis edaran yang dibuat petinggi GNPF MUI.

(jall)

loading...