PB, KUDUS – Selain Kepala Daerah dan Wakilnya, gaji para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah bisa dikatakan sangat tinggi dibandingkan dengan penghasilan rakyat biasa di daerah tersebut, walaupun terkadang kita mendengar jika para anggota dewan sering mengeluh karena aturan partai yang mengharuskan jika melakukan “setor” ke partai untuk uang kas partai.

Namun hal itu dianggap tidaklah mengurangi hasil yang didapat selama menduduki jabatan sebagai anggota DPRD. Mengingat pemasukan yang diterima dari berbagai pos baik resmi maupun tidak resmi. Pemasukan anggota dewan tersebut, akan naik dikarenakan akan dikeluarkannya peraturan pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2017 tentang hak keuangan dan administratif pimpinan dan anggota DPRD.

Dalam aturan tersebut, anggota dewan akan menikmati perubahan nilai anggaran seperti tunjangan kelengkapan, tunjangan trnaposrtasi, tunjangan rumah, tunjangan komunikasi dan tunjangan reses, yang diperkirakan setiap anggota DPRD akan menerima sebesar Rp. 35 juta setiap orang.

Walaupun sudah ada PP yang mengatur, namun aturan tersebut tetap harus melalui mekanisme Perda yang dibuat oleh DPRD dan juga melalui pertimbangan soal beban keuangan daerah agar tidak mengganggu anggaran lainnya yang harus menjadi prioritas. Namun DPRD Kudus rupanya tidak bisa membiarkan PP tersebut lewat begitu saja. Dalam sidang, Kamis (3/8/17) seluruh anggota dewan menyetujui untuk menaikkan gaji mereka.

Salah satu warga Kudus bernama Heri Santoso, mengungkapkan kerisauannya terkait hal ini di dinding akun sosmednya, berikut isi tulisannya ;

Di tengah kondisi ekonomi yang serba sulit, para wakil rakyat di Kabupaten Kudus Justru meminta kenaikan gaji.
Parahnya lagi, permintaan gaji DPRD Kabupaten Kudus yang naik hampir dua kali lipat tersebut kemudian disetujui oleh pimpinan dan anggota dewan dalam rapat Paripurna DPRD Kudus.
Dalam usulan kenaikan gaji, angota dewan akan menerima gaji nett atau take home pay sebesar Rp 34,1 juta per bulan, dari sebelumnya yang hanya Rp 19 juta per bulan.
Kalau anggota terima bersihnya sebesar Rp 34, 1 juta,dan belum termasuk lain-lain. Kalau pimpinan bisa mencapai Rp 50 jutaan.

(jall)

loading...