PB, JAKARTA – Kemarahan netizen terhadap kondisi yang sedang terjadi di negeri ini, membuat mereka semakin berani untuk mengusulkan agar dilakukannya Sidang Istimewaa MPR untuk mengambil kembali jabatan Presiden yang sedang diduduki oleh Joko Widodo, agar kegaduhan yang terjadi kembali normal.

Persoalan seperti utang negara yang semakin membengkak, persoalan akidah umat Islam yang dianggap dirongrong oleh pemerintah dengan berbagai cara, seperti pemberlakukan Perppu Ormas, lalu munculnya aturan-aturan yang mengharuskan setiap penceramah di mesjid memberikan isi ceramah mereka kepada pemerintah, belum lagi persoalan soal “serangan” kepada umat Islam terutama melalui Front Pembela Islam yang selama dikenal menjadi penegak amar ma’ruf nahi mungkar bagi umat Islam di Indonesia, apalagi soal fake chat Habib Rizieq yang terkesan dipaksakan, walaupun sudah dibantah oleh para ahli IT dan Hukum.

Bahkan yang dirasakan paling aneh, ketika Ketua Pramuka Kwartir Nasional, Adhyaksa Dault yang sempat menghadiri sebuah acara yang diselenggarakan oleh sebuah ormas Islam, membuat dana yang di khususkan untuk pengembangan pramuka di Indonesia sebesar Rp. 10 milyar ditunda, hanya gara-gara Adhyaksa dituduh sebagai pendukung ormas tersebut.

Belum lagi persoalan korupsi yang ditangani oleh KPK yang dianggap sebagai bagian dari pemerintah untuk menjatuhkan atau menakut nakuti lawan politik, sementara beberapa kasus yang mengaitkan dengan orang-orang yang dianggap dekat dengan pemerintah justru tidak garap, contohnya kasus sumber waras, reklamasi, dan masih banyak lagi kasus lainnya.

Persoalan ekonomi dimana berulangkali harga bahan pangan naik tanpa terkendali, sementara menteri yang bersangkutan justru mengeluarkan pernyataan yang membuat rakyat merasa sakit hati, bahkan anehnya ketika ujung-ujungnya muncul kebijakan untuk melakukan impor.

Bukan itu saja persoalan pembangunan infrastruktur yang dianggap hanyalah sebuah pemaksaan kehendak, dimana anggaran yang akan dipakai justru tidak ada, yang akibatnya dana Umat Islam yang akan menunaikan haji yang dikumpulkan sedikit-demi sedikit akan di “gasak” untuk membiayai infrastruktur yang mangkrak.

Beberapa netizen akhirnya memaksa melalui sebuah tagar #SegeraSI_MPR2017 yang sempat menjadi trending topik, bahkan seorang budayawan, seniman dan juga tokoh nasional, Sudjiwotedjo mengingatkan kepada pemerintah agar lebih sadar jika tuduhan yang dilayangkan oleh pendukungnya, jika ormas Islam yang dibubarkan karena akan mengganti ideologi pancasila tidak benar, karena yang diinginkan rakyat hanya mengganti Presiden, bukan Pancasila.

Bahkan Pakar Hukum Yusril Ihza Mahendra juga beberapa mengingatkan Jokowi jika beberapa kebiajkan yang dibuatnya baik melalui ucapannya maupun aturan yang dikeluarkan, justru bisa berujung impeach atau pemakzulan kepada Presiden Jokowi, terutama persoalan utang negara yang semakin membengkak, hingga membuat Menteriu Keuangan Sri Mulyani “Pusing Tujuh Keliling”.

Berikut beberapa hasil postingan tuntutan agar dilakukannya pemakzulan terhadap Joko Widodo yang dianggap tidak berhasil melaksanakan janjinya, dan salah satu contoh janji Jokowi jika pada tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan naik 7 persen pada tahun 2017, namun kenyataannya hanya mencapai 5,021 persen.

“Hutang Negara semakin tinggi sementara daya ekonomi mulai tersendat serta daya beli masyarakat semakin menurun .” @fathonianton

“Segala teori morat marit, jungkir balik. Impor dikata bagus buat pertumbuhan ekonomi. Utang dibilang bagus buat rakyat .” @dapitdong

“2017 Pertumbuhan Ekonomi 7%, kenyataannya cuma 5,01% ,” @dapitdong

“Sebelum benar-benar menukik ke bawah dan negara terlanjur sulit diperbaiki .” @dapitdong

“Rejim Doyan Utang, hingga cakar sana sini… Ekonomi Longsor, RAKYAT MENJERIT .” @Tulak_BALA

“Negara diambang kehancuran! Ketidak percayaan pasar dan investor terhadap rezim mengakibatkan merosotnya ekonomi .” @ModusJKW

: Daya Beli Terus Turun, Rizal Ramli Sindir Tim Ekonomi Jokowi Rajin ‘Ngeles’.” @Budhe_bonbon

“Utang udah Tarik subsidi ini itu udah Narik pajak udah Naikin BBM udah Naikin TDL udah Perpanjang freeport udah .” @TerorisSocmed

“Ingat kekuasaan sepenuhnya ada pada Rakyat. Bukan pada pemerintah,jika semena mena,semaunya urus Negara,maka .” @Joniamboen

tunggu apalagi?? apa mesti yg lain pada kejalan dulu???” @BungHaris3

“Ekonomi terpuruk…..media bungkam….pembodohan publik untuk menutupi kebodohan pemerintah .” @Pedro7cav

(jall)

loading...