PB, KLATEN – Rupanya kata jera bagi Siswanto alias Pilus tidak ada dalam kamusnya, warga Dusun Pontrolan Kelurahan Joho Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah ini kembali melakukan perbuatan yang bisa mengakibatkan generasi mudah menjadi rusak dan menjadi seorang kriminal akibat miras Pilus kembali mengedarkan miras.

Pilus sudah dua kali tertangkap dengan kasus yang sama oleh Front Pembela Islam lalu diserahkan kepada pihak kepolisian, namun Pilus tetap saja bisa kembali lolos setelah ditahan sehari semalam, dengan cara membayar uang jaminan.

Pada penangkapan pertama, sebelum memasuki bulan suci ramadhan, dan Pilus yang menyadari jika perbuatannya melanggar hukum, menyembunyikan barang buktinya di atas genteng rumah miliknya, dengan harapan bisa lolos, namun rupanya pihak FPI berhail membongkar modusnya. Setelah diserahkanb ke pihak berwajib, Pilus akhirnya dibebaskan dengan membayar uang jaminan sebesar Rp. 3 juta.

Setelah bebas, Pilus kembali merencanakan untuk melakukan aksinya kembali menjual minuman keras, dan tanggal 20 Juni 20917 Pilus kembali tetrtangkap beserta barang bukti sebanyak 1000 botol miras disembunyikan dengan cara di buat ruang penyimpanan di dalam tanah, namun aksi Pilus kembali digetrebek pihak FPI dan kembali diserahkan kepada pihak berwajib.

Rupanya pengalaman dari kasus pertama, Pilus kembali membuat pihak penegak hukum tidak berkutik dengan menyediakan dana sebesar Rp. 6 juta sebagai penebusan denda hakim setelah menjalani tahanan sehari semalam, dan Pilus akhirnya bisa menghirup udara bebas. Pilus yang sudah mengeluarkan uang cukup besar, akhirnya mencoba untuk mengembalikan modalnya.

Dan cara yang dipakai adalah kembali menjual miras, dengan harapan agar modal yang sudah dikeluarkan selama ditangkap dua kali, kembali dengan cepat. Barus aja akan memulai bisnisnya, Minggu (6/8/17) Pilus kembali tertangkap dengan barang bukti miras jenis anggur hitam 11 botol, anggur merah 8 botol dan ditambah bir sebanyak 4 botol, kembali tertangkap dan Pilus rupanya berpikir jika disimpan di genteng tidak akan tertangkap, namun cara lama Pilus sudah dibaca oleh  FPI dan bersama aparat Polsek Klaten, Pilus kembali diseret ke kantor Polisi.

 

(Jall/sumber)
loading...