PB, BANDUNG – Di beberapa kota besar di negara eropa dan Amerika kawasan yang ditempati oleh para imigran dari negara China dan kemudian berkembang biak menjadi warga negara setempat, akan berkumpul dalam satu wilayah, yang kemudian dijuluki oleh warga setempat dengan nama China Town (Kota China) alias pecinan.

Kali ini rupanya Bandung juga tidak mau ketinggalan, jika di Jakarta masyarakat mengenal wilayah Glodok banyak dihuni oleh warga etnis China alias Tionghoa, namun sebutan China Town tidak berlaku, karenanya, Pemilik perusahaan PT. Candratex Sejati, Lucky Tjandradinata, tidak ingin ketinggalan dengan kota besar lainnya, yang kemudian membangun lokasi di Jalan Klenteng Bandung, untuk dijadikan lokasi wisata di Kota Bandung dengan nama “China Town”.

Lucky selaku Presiden Direktur China Town, mengatakan jika nuansa China Town memadukan antara kebudayaan atau berciri khas dari kebudayaan China “kuno” dan China “modern”, dan kebudayaan Pasundan. pengunjung yang memasuki wilayah yang baru saja diresmikan dan dibuka untuk umum pada, Jumat (11/8/17) tersebut, dari mulai pintu masuk hingga ke dalam nuansa kebudayaan China sangat kental, bahkan pada setiap sudut bangunan yang berasitektur Tionghoa dijumpai lampion.

“Ada dua alasan terbentuknya pecinan, alasan pertama adalah alasan sosial, berupa keinginan sendiri amsyarakat Tionghoa untuk hidup berkelompok karena adasnya perasaan aman dan dapat saling membantu. ini sering dikaitkan dengan sifat eksklusif orang Tionghoa. Tapi tidak tidak bisa digeneralisasi, karena sifat eksklusif ada pada etnis dan bangsa apapun. Contohnya di Fujian-Tiongkok dimana terdapat kampung Arab dan di Shanghai terdapat kampung Yahudi.

Tulisan tersebut ditaruh pada salah satu sudut museum. Dan didalam museum juga dijumpai kisah yang menceritakan bagaimana masuknya para pendatang dari China ke Indonesia, khususnya di Bandung. Namun jangan bermimpi untuk bisa masuk gratis seperti China Town di beberapa kota besar di negara lainnya seperti New York, San Fransisco, Bangkok dan Manila, karena untuk menikmati suasana disana para pengunjung dikenakan tarif tiket sebesar Rp. 20 ribu rupiah.

(jall)

loading...