PB  PURWOREJO – Teka-teki siapa pembuang bayi di saluran irigasi RT 01 RW 02 Desa Binangun Kecamatan Butuh akhirnya terpecahkan. Polisi berhasil mengungkap peristiwa penemuan bayi yang sempat menghebohkan warga pada Jumat (6/10) sekitar pukul 06.00 WIB. Pelaku pembuangan bayi ternyata RN (22), ibu kandungnya sendiri.

Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetya mengatakan, berawal saat anggota piket jaga malam mendapat informasi dari warga bernama Sunaryo yang memberitahu melihat ada bungkusan tas kresek warna hitam putih di saluran irigasi yang didalamnya terlihat tangan dan kaki bayi. Sebelumnya Sunaryo melaporkan kejadian itu kepada Karsono, Kepala Desa Binangun. Setelah mendapat informasi tersebut Satreskrim Polsek Butuh mendatangi lokasi. “Ternyata benar dalam tas plastik tersebut ada mayat bayi, dan setelah itu dibawa ke RSUD Tjitrowardoyo untuk dilakukan outopsi, “kata Kapolres, Kamis (12/10).

IMG-20171012-WA0259Dijelaskan, terungkapnya kasus tersebut berawal ketika Kanit Reskrim Polsek Butuh melihat satu kantong plastik hitam berisi sampah-sampah. Dari tas plastik itu kemudian ditemukan petunjuk berupa baju seragam SD Binangun atas nama Mopi Aristya. Dari hasil penyelidikan akhirnya diketahui Mopi Aristya adalah anak Sudiono. Selanjutnya Unit Reskrim Polsek Butuh mendatangi rumah Sudiono untuk mengecek kebenaranya. Namun saat datang ke tempat Sudiono Mopi Aristya sedang sekolah. Saat anggota Unit Reskrim memasuki rumah kosong didepan rumah Sudiono ada seorang wanita mengaku bernama RN, kakak Mopi, dalam keadaan menangis dan kondisinya sangat lemah. Karena curiga, Unit Reskrim kemudian menanyakan perihal pembuangan bayi yang dimasukan ke dalam kantong plastik warna hitam putih. Diluar dugaan, RN mengakui telah melahirkan bayi tanpa bantuan siapapun dan membuang bayi tersebut bersamaan dengan sampah-sampah yang dimasukkan didalam kantong plastik ke saluran irigasi Desa Binangun. “Dari pengakuan itu dilakukan penangkapan dan tersangka langsung dibawa ke RSUD untuk diberikan tindakan medis, “katanya.

Hasil outopsi sementara yang dilakukan Tim Fotensik Polda Jateng, bayi berjenis kelamin perempuan berusia 9 bulan dengan panjang 45 Cm, lingkar lengan 9 Cm, lingkar dada 25 Cm. Bayi lahir dalam keadaan hidup kurang lebih 1 hari, perkiraan meninggal 4-5 hari. Badan sudah dirubungi belatung, berat badan 9800 gram, rahang atas dan bawah lepas karena sendi, dan ada trauma tumpul pada kepala sebelah kanan.

IMG-20171012-WA0246Sementara hasil pemeriksaan media terhadap tersangka, terdapat luka pada alat kelaminnya disebabkan setelah melahirkan, kandungannya masih banyak sisa-sisa dari melahirkan, dan tersangka harus menjalani operasi kiret untuk membersihkan sisa-sisa dari melahirkan tanpa bantuan medis.

Diungkapkan, tersangka membunuh bayinya sendiri yang baru lahir setelah bayi menangis sekitar 10 menit. Karena panik tersangka kemudian membanting bayinya ke lantai dan membungkam wajah dan hidungnya dengan selimut sehingga bayinya tidak bisa bernafas. Setelah bayinya tidak bergerak kemudian diletakkan kedalam ember beserta selimutnya. Setelah keadaan sepi tersangka memasukkan bayinya dan plasentanya kedalam kantong plastik warna hitam putih bersama dengan sampah-sampah. Tujuanya apabila ada seseorang melihat dan mencium bau tidak enak dikira sampah. Kemudian kantong plastik tersebut dibuang ke daluran irigasi agar warga tidak tahu dirinya baru melahirkan. “Tersangka takut dan malu melahirkan karena tidak mempunyai suami, “ungkap Kapolres.

Menurut Kapolres, atas perbuatannya terhadap tersangka akan  disangkakan pasal 80 ayat 3, ayat 4 UURI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UURI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Barang bukti yang diamankan, 1 buah kantong plastik warna hitam putih, 1 helai baju OSIS berlambang SDN Binangun dengan nama  Mopi Aristya, 1 baju pramuka berlambang/bertuliskan Jawa Barat, 1 lembar tikar plastik, 1 buah bantal, 1 buah guling, 1 buah ember plastik warna hitam, 1 helai selimut kain dan 1 helai sarung (Wardoyo)

loading...