PB- Dana Moneter Internasional (IMF)  memperingatkan bahwa meningkatnya kerentanan finansial dapat menggagalkan pemulihan global yang telah lama ditunggu, meskipun stabilitas keuangan terus membaik.

“Sistem keuangan global terus menguat dalam merespon dukungan kebijakan luar biasa, peningkatan peraturan, dan kenaikan siklus dalam pertumbuhan,” kata IMF dalam Laporan Stabilitas Keuangan Global pada Rabu (11/10).

“Namun di luar perbaikan baru-baru ini, lingkungan yang sedang melanjutkan akomodasi moneter – yang diperlukan untuk mendukung aktivitas dan meningkatkan inflasi – juga menyebabkan meningkatnya valuasi aset dan tingkat leverage yang lebih tinggi,” pemberi pinjaman yang berbasis di Washington tersebut memperingatkan.

Kondisi moneter dan keuangan longgar yang terus berlanjut mendorong selera risiko para investor, dan memperluas pencarian mereka terhadap imbal hasil, kata IMF. Seiring pencarian imbal hasil yang semakin intensif, risiko pasar beralih dari sektor perbankan ke sektor non-perbankan, tambahnya.

Selain pencarian imbal hasil yang intensif, ekonomi-ekonomi utama melihat tingkat utang mereka meningkat.

Menurut laporan tersebut, di negara-negara G20, utang yang dimiliki oleh lembaga-lembaga non-keuangan, seperti pemerintah, rumah tangga dan perusahaan, sekarang melampaui 135 triliun dolar AS, setara dengan sekitar 235 persen dari PDB gabungan mereka.

IMF memperingatkan bahwa risiko-risiko, seperti lonjakan inflasi dan lonjakan suku bunga yang tiba-tiba, dapat memicu gejolak pasar, yang dapat menyebabkan para investor mengalami kerugian yang lebih besar.(iqp_end)

loading...