PB PURWOREJO – Pelayanan di RSUD Tjitrowardojo Purworejo dinilai perlu peningkatan. Belum lama mendapat keluhan terkait penanganan pasien JKN-KIS, kini pelayanan RSUD milik Pemerintah Kabupaten Purworejo itu kembali dikeluhkan masyarakat.

Tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan lamanya waktu antre saat proses pendaftaran di loket Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Terpadu. Bahkan, masyarakat harus rela datang ke RSUD pada pukul 05.00 atau sebelumnya untuk mengambil nomor antrean awal sehingga tidak terlalu lama menunggu dalam proses pendaftaran.

Informasi di lapangan menyebutkan, sedikitnya 500-an masyarakat setiap pagi datang mendaftar. Mereka harus rela antre lebih dari dua jam agar mendapat giliran pendaftaran.

Seperti yang dialami oleh Erni (26), warga Desa Kaliwungu, Kecamatan Bruno. Eni yang datang hendak memeriksa kesehatan itu mengaku sudah datang pada pukul 06.00 WIB meski loket baru dibuka pukul 07.00 WIB. Sama dengan warga lainnya, ia rela datang lebih awal dengan maksud agar tidak terlalu lama menunggu antrean.

“Saya datang jam 06.00 pagi saja masih harus menunggu berjam-jam, pukul 09.00 WIB lebih baru dipanggil untuk mengurus pendaftaran. Nanti harus menunggu lama lagi untuk diperiksa di Poliklinik,” keluhnya, Jumat (13/10).

Pantauan di lokasi, hanya terdapat 5 loket yang aktif melayani pendaftar. Loket 1 untuk pasien rawat jalan JKN-KIS, Loket 2 pelayanan berkas rawat inap JKN-KIS, Loket 3 Verifikasi ulang JKN-KIS, Loket 4 pasien umum, dan loket 5 untuk kasir.

Sebagian pendaftar menilai panjangnya antrean dipicu kurangnya loket untuk pendaftaran rawat jalan JKN-KIS.

“Harusnya loket ditambah, kalau hanya satu atau dua untuk melayani ratusan pendaftar ya seperti ini, kasihan pasien yang sakit harus menunggu berjam-jam untuk mendaftar saja, belum lagi nanti di Polikliniknya lama,” kata Andi Dibyo (29), warga Desa Seren, Kecamatan Gebang.

Menanggapi beragam keluhan tersebut, Kabid Pelayanan RSUD, dr Eko Siswanto, saat dikonfirmasi menyatakan saat ini pihaknya tidak dapat berbuat banyak. Membludaknya calon pasien setiap harinya di RSUD merupakan pemandangan lazim sejak lama. Sedikitnya 500-800 calon pasien datang ke RSUD untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Namun demikian, kenaikan signifikan jumlah pendaftar di RSUD setiap harinya belum dapat diatasi dengan adanya penambahan loket pendaftaran.

” Terkait adanya keluhan, untuk sementara kami hanya mampu memberikan edukasi atau penjelasan kepada pasien,” ujarnya.

Eko menjelaskan, ragam upaya telah dilakukan, diantara dengan pengajuan anggaran penambahan loket di pendaftaran di RSUD. Tidak hanya sekali, bahkan sampai beberapa kali pihak RSUD telah mengajukan anggaran agar pemerintah menambah fasilitas loket pendaftaran. Namun hingga kini anggaran tersebut belum terealisasi.

“Yang pasti kami akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan, tetapi itu semua kan butuh proses. Penambahan loket dan pembangunan sudah kami usulkan,” ungkapnya.

Selain meminta tambahan alokasi anggaran, pihak RSUD pun kini tengah memformulasi aplikasi berbasis smartphone yang dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan pendaftaran. Diharapkan, kedepan aplikasi tersebut mampu segera teralisasi agar semakin mempermudah pelayanan kepada masyarakat di RSUD tipe B yang saat ini memiliki 17 Poliklinik tersebut.

“Ke depan kita juga sedang mencoba program pendaftaran lewat online. Nanti masyarakat daftar bisa di rumah, tinggal online di HP saja,” jelasnya.(Wardoyo)

loading...