PB SURABAYA  – Acara Grand opening  Metropembaharuan.com di Ball Room Grand Mercure Jl Darmo No 68-78 Surabaya, Jawa Timur yang sedianya digelar pada Rabu ( 18/10/2017) lalu batal dilaksanakan tanpa alasan. Parahnya, ketika awak media mencoba menghubungi nomor ponsel yang tertera di undangan, malah tak direspon. Bahkan si empunya nomor, me-reject sambungan ketika tahu yang menghubungi adalah wartawan yang akan datang acara. “Ya, saya Wahyu, bagian yang mengurusi wartawan,” tegas suara yang ada di saluran ponsel tersebut dan kemudian menutupnya. Setelah itu, ketika dihubungi berkali-kali, telpon dari awak media malah di-reject.

“Nih, orang maksudnya apa? Punya acara, dibatalkan, ditelpon baik-baik malah direject, katanya wartawan, kok malah meghindari wartawan,” keluh para jurnalis yang terlanjur datang ke Grand Mercure. “Wartawan apaan ini, gadungan?,” timpal beberapa awak media yang lain.

Namun setelah beberapa kali dikirim pesan lewat Whatsappmessenger, Wahyu yang ternyata menjabat Wakil Pimred (Wapimred) Metropembaharuan.com, tidak bisa memberikan penjelasaan memuaskan terkait pembatalan acarar tersebut. Ia malah mengalihkan ke  Gihon selaku Pimpinan Redaksi (Pimred). “Kalau soal pembatalan launching, silahkan tanya sama, Pak Gihon,” ujarnya singkat.

Wajar jika wartawan kecewa. Pasalnya, pembatalan acara yang diklaim mengundang banyak pejabat di Jawa Timur ini, justru diketahui wartawan ketika tiba di Hotel Grand Mercure untuk melakukan peliputan acara tersebut. Sesampai di sana, Rabu (18/10), ternyata acara grand opening itu tidak ada.  Kontan saja, pembatalan ini membuat acara sejumlah wartawan kecewa. “Wah, ini panitianya  nggak professional, tak punya etika. Masak tiba-tiba acara ditiadakan seperti ini,” gerutu salah satu wartawan di sana.

Saat awak media mengecek di keanggotaan PWI, Wahyu selaku Wapimred tak tercatat di sana. Begitu pula dengan keanggotaan di Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI). Ketika dikonfirmasi soal keanggotaan ini, Wahyu pun mengakui kalau di perusahaan persnya tak ada wartawan yang professional, termasuk dirinya. Saat didesak, Wahyu hanya menyebutkan beberapa nama wartawan yang ia anggap kompeten. Sehingga ke-wartawan-an Wahyu pun makin diragukan banyak awak media. “Wah, benar-benar gak jelas orang ini,” geram Andika, wartawan dari sebuah harian di Surabaya.

Padahal Dewan Pers menyerukan kepada seluruh awak media syarat menjadi pemimpin redaksi atau penanggung jawab media massa, termasuk yang berbasis online atau siber, telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Seruan Dewan Pers agar penanggung jawab atau pemimpin redaksi media siber telah mengikuti UKW kategori UTAMA,  disampaikan anggota Dewan Pers Hendry Ch Bangun. Dalam berbagai kesempatan.

“Lha kalau gak punya pengalaman apa-apa, tak bersertifikasi, tiba-tiba menjabat pimred dan selevelnya, itu berarti wartawan gak jelas, patut dipertanyakan kualitasnya,” tegas Hendry.

Sementara Ketua PWI Jatim, Ahmad Munir mengatakan, wartawan wajib menjalankan tugas-tugas jurnalistik dengan memegang teguh dan patuh kepada Kode Etik Jurnalistik. Selain itu, mereka yang tidak profesional dan tak punya etika, tidak layak bernaung di organisasi profesi PWI.

“Mereka yang tidak profesional dan tak punya etika, tidak layak bernaung di organisasi profesi PWI,” tegas Munir dengan nada sindiran.

Usai kejadian tersebut diatas,  awak media lantas mendatangi kantor Metropembaharuan.com yang berlokasi di Jl. Raya Pandugo 201. Lokasi tampak sepi juga tak terlihat papan nama media. Malah anehnya di kantor tersebut terdapat spanduk yang bertuliskan “Simpan Pinjam”, bendera LSM, Partai Perindo dan kantor pengacara.

Saat dikonfirmasi, dua perempuan yang berada di kantor tersebut terlihat tidak menguasai materi seluk beluk soal media. “Maaf mas, ini memang kantor Metro Pembaruan, tapi kalau detailnya saya tidak tahu, silahkan telpon langsung dengan yang bersangkutan, karena saya hanya menangani simpan pinjam,” ujar Iin dan seorang rekannya, saat ditanyai oleh awak media.

Saat dikonfirmasi di nomor ponselnya,  Gihon Sianipar selaku Pimred mengatakan, acara Grand Opening  batal lantaran salah satu donatur membatalkan dengan alasan keuangan. “Acara tersebut kita batalkan, karena alasan keuangan dan diundur tanggal 25 November besok,” pungkasnya. (Beb)

loading...