PB PURWOREJO – Puluhan pengemudi taksi konvensional, paguyuban taksi jalur A, jalur B, dan jalur 6 mendatangi Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo, Kamis (19/10). Kedatangan mereka untuk menyampaikan keluhan dan aspirasi terkait maraknya ojek dan taksi online yang dianggap sudah mengancam keberadaan pelanggan mereka. Mereka juga meminta agar Dinas Perhubungan dan Sat Lantas Polres Purworejo mencabut izin operasional ojek dan taksi berbasis online tersebut. 

Kedatangan para pengemudi taksi diterima langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo Agus Budi dan Kasat Lantas Polres Purworejo AKP Himawan Aji Angga, SH, SIK.

Julius, perwakilan pengemudi taksi konvensional dalam kesempatan tersebut mengatakan, armada taksi konvensional yang saat ini ada di wilayah Purworejo, sudah lebih dari cukup untuk melayani permintaan masyarakat. Mereka juga sudah tertib hukum dan aturan, seperti menerapkan tarif bawah dan tarif atas, membayar pajak, membayar asuransi, serta menaati peraturan lalu lintas.

‘Taksi konvensional yang sudah ada, saat ini kehilangan pelanggan, karena pelanggan kami beralih menggunakan Ojek dan Taksi berbasis online. Oleh karena itu kami mengajukan Permohonan agar Kepala Dinas Perhubungan dan Kasat Lantas, untuk mencabut izin operasional Ojek dan Taksi Berbasis aplikasi tersebut,”kata Julius.

Menanggapi aspirasi tersebut,  Agus Budi menjelaskan, Dinas perhubungan bersama Satuan Lalu Lintas Polres Purworejo selama ini telah melakukan pemantauan terhadap adanya angkutan orang yang berbasis aplikasi, namun tidak dapat berbuat banyak, karena dasar hukum yang mengatur angkutan online ini yaitu Permenhub No.26 tahun 2017 dinyatakan dicabut oleh MA. Bahkan sampai detik ini, pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo, belum menerima permohonan izin operasi dari pihak ojek/taksi online. “Jadi jangankan mengizinkan, permohonan izin saja belum ada,” jelas tambah Agus.

Oleh karena itu, lanjut Agus Budi, dirinya memberi solusi, agar untuk sementara pengemudi taksi konvensional tetap beroperasional dengan damai sambil menunggu turunnya revisi Permenhub No.26 tahun 2017.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Purworejo AKP. Himawan Aji Angga, SH, SIK mengungkapkan, Pihak Polri, khususnya Satlantas Polres Purworejo, sudah melakukan pemantauan dan survey terkait laporan masyarakat, yang menyatakan adanya Ojek dan Taksi berbasis aplikasi di Wilayah Purworejo. Menurut AKP Himawan, Satlantas tidak pandang bulu dalam menegakkan peraturan lalu lintas, apabila ada yg melanggar aturan lalu lintas, pasti langsung dikenakan penegakkan hukum dengan tilang.

Untuk pengoperasian ojek online, pihak polri saat ini tetap berdasarkan UU No.22 tahun 2009 tentang Lalu lintas dan angkutan Jalan, apabila ada pasal yg dilanggar, maka pihaknya akan melakukan penegakkan hukum. Satlantas juga akan selalu berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait dasar hukum yang mengatur pengoperasian ojek dan taksi berbasis aplikasi online. Dalam kesempatan itu AKP Himawan menyarankan agar para pengemudi taksi konvensional meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Karena masyarakat, saat ini mencari moda transportasi yg aman, nyaman, murah, serta mudah diakses. “Sehingga apabila tidak memenuhi persyaratan sesuai keinginan masyarakat, maka wajar saja apabila ditinggalkan oleh pelanggannya. Silahkan beroperasi dengan baik, taati aturan lalu lintas, serta utamakan keselamatan dan keamanan dalam berkendara,”kata AKP Himawan. (Wardoyo)

loading...