PB PURWOREJO – Fajar Eka Prasetya siswa kelas IX SMP Negeri 25 Purworejo mengalami luka-luka setelah dianiaya oleh 6 siswa yang masih satu sekolah. Tidak hanya sekali Fajar Eka Prasetya menjadi korban pengeroyokan oleh enam teman satu kelasnya, namun sudah empat kali hingga tubuhnya memar-memar. Meski mendapat perlakuan tersebut Fajar Eka Prasetya tidak berani melapor ke pihak sekolah dan keluarga karena takut. “Saya dikeroyok hingga empat kali, saya dikeroyok pada saat jam sekolah, “kara Fajar saat ditemui wartawan di sekolahnya, Jumat (20/10).

Dikatakan Fajar, tindak kekerasan yang menimpa dirinya terjadi pada Jumat, Sabtu, Senin dan Selasa ( 13, 14, 16, 17 Oktober 2017). Saat dikeroyok dirinya ditendang pada bagian perut dan paha hingga berulang kali hingga tubuhnya memar. Tindakan kekerasan terhadap dirinya juga dilakukan pada saat jam sekolah dan di area sekolahan. “Sampai sekarang sakitnya masih terasa, “ucap Fajar.

Menurut Sahir, kakek Fajar, atas kejadian tersebut pihaknya sudah melaporkan ke Polsek Loano. “Saya sangat menyayangkan tindak kekerasan yang menimpa cucu saya, apalagi ini terjadi di sekolah. Saya sudah lapor polisi dan berharap kejadian ini tidak terulang lagi,” kata Sahir.

Diungkapkan, mesti kejadian tersebut sudah dilaporkan ke polisi namun secara pribadi dirinya ingin persoalan itu diselesaikan secara kekeluargaan saja. “Namun semua terserah orang tuanya. Kalau mereka akan melanjutkan ke proses hukum itu memang hak mereka, jadi keputusanya ya nunggu orang tuanya yang sekarang dalam perjalanan pulang dari Tangerang, ” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 25 Purworejo, Teguh Prayitno membenarkan adanya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh enam siswanya terhadap Fajar Eka Prasetya. Namun demikian persoalan tersebut sedang dalam upaya penyelesaian kekeluargaan. “Masih diupayakan penyelesaian secara kekeluargaan dan kita masih menunggu orang tuanya Fajar, “kata Teguh. (Wardoyo)

loading...