PB PURWOREJO – Penyelesaian kasus tindakan kekerasan terhadap siswa yang terjadi di SMP Negeri 25 Purworejo semakin tidak jelas. Upaya mediasi yang dilakukan antara pihak keluarga para pelaku dengan pihak keluarga korban di SMP Negeri 25 Purworejo pada Sabtu (21/10) menemui jalan buntu. Dalam mediasi yang dihadiri seluruh orang tua para pelaku, Kepala Desa Kebongunung, Hery Wibowo, anggota Polsek Loano, Sekcam Loano merangkap Tim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kecamatan, dan Kepala SMP Negeri 25 Purworejo, Teguh Prayitno tidak membuahkan hasil kesepakatan.

Para pelaku hanya mengakui sudah mengeroyok Fajar Eka Prasetya selama empat hari dan beberapa kali menendang tubuh Fajar hingga terjatuh. Sementara para orang tua pelaku menghendaki persoalan tersebut selesai hari itu juga namun tidak ada kesepakatan yang jelas sehingga keluarga Fajar keberatan dan belum berani memberi keputusan.

IMG-20171022-WA0149“Saya belum puas dengan mediasi ini dan akan melanjutkan ke proses hukum yang berlaku, ” kata orang tua Fajar, Kristanto dan Purbarini saat ditemui usai mediasi Sabtu (21/10). Diungkapkan, dirinya juga sangat menyesalkan sikap keluarga pelaku yang tidak memiliki itikad baik untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut. Alasanya, lanjut Kristanto, kasus tersebut sudah dilaporkan ke polisi pada Kamis (19/10) namun tidak ada upaya dari pihak keluarga untuk menemui keluarganya untuk sekedar musyawarah dan mencari solusi agar persoalan tidak berlarut-larut. “Itulah alasan keluarga kami untuk melanjutkan persoalan ini ke  proses hukum karena kami menilai tidak ada itikad baik dari keluarga pelaku, ” ucap Kristanto.

Sementara itu, Hery Wibowo selaku orang yang diberi kuasa oleh keluarga korban untuk menyelesaikan persoalan tersebut mengatakan akan melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum dengan alasan tidak ada itikad baik dari keluarga pelaku. ” Saya tetap akan melanjutkan persoalan ini meski ada tawaran damai dari pihak keluarga pelaku,” kata Hery Wibowo.

Sedang Kapolsek Loano AKP Markotib, SH saat dihubungi lewat hand phone mengatakan polisi soap memproses sesuai hukum yang berlaku. “Kalau tidak ada titik temu dan korban menghendaki proses hukum ya kita tindak lanjuti, ” kata AKP Markotib. (Wardoyo)

loading...