(PB) Jakarta – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto enggan bicara banyak tentang pemerintahan Jokowi-JK yang genap berusia 3 tahun pada 20 Oktober 2017. Dia pun menyerahkan penilaian tersebut menjadi hanya milik masyarakat.

“Saya kira biar rakyat yang menilai ya. Jangan pribadi yang menilai,” ucap Prabowo usai menghadiri acara Conference of Indonesia Foreign Policy (CIFP) di Jakarta, Sabtu 21 Oktober 2017 malam.

Meski demikian, saat menjadi pembicara CIFP, Prabowo menyebut bahwa kondisi bangsa sekarang sedang lemah.

“Kondisi bangsa harus kita akui kita lemah. Saya akan bicara apa adanya. Menurut saya kondisi negara kita lemah. Harus kita akui kelemahan kita,” tutur Prabowo.

Dia pun menyebut, yang membuat lemah adalah faktor pendidikan yang belum mumpuni, termasuk soal kurang gizi, khususnya di DKI Jakarta.

“Sepertiga anak-anak DKI berada dalam keadaan kurang gizi, atau sebetulnya artinya kelaparan. Tapi bangsa Indonesia seneng untuk bicara tidak apa adanya,” jelas Prabowo.

Dia pun menyebut bangsa ini juga dalam kekalahan. Selain bahaya kurang gizi yang dipandangnya kurang protein, juga di banyak ajang dunia, prestasi Indonesia selalu tak optimal.

“Kita sebetulnya menuju pada bangsa kalahan. Kalau bangsa kita kurang protein pantas sepakbola kita kalah dari terus dari negara manapun. Jadi kuli aja akan kalah. Enggak usah jadi insinyur, jadi kuli saja kalah. Ini memang tidak enak kalau dibicarakan, tapi harus dibicarakan. Kita kalah dan kita menuju kekalahan yang lebih parah,” tandas Prabowo.

Daniel (Sumber Liputan6)

loading...