PB Purworejo- Desa Awu-awu, kecamatan Ngombol, kabupaten Purworejo, merupakan desa kuno yang banyak menyimpan sejarah, dulu desa tersebut merupakan wilayah Katumenggungan yang diperintah oleh Joko Awu-awu, saat itu dikenal dengan Katumenggungan Awu-awu langit.

Dalam legenda diceritakan, tumenggung Awu-awu adalah keturunan Rondhiawan, diduga masih keturunan raja Kondhiawan.

Pada legenda dikisahkan, Roro Weton putra Sri Panuwun,merupakan wanita yang sangat rupawan,Sri Panuwun putra dari Sang Kondhiawan yang memerintah dikerajaan Medang Kanolan, saat mulai dewasa sempat diculik oleh tumenggung Wingko, demikian dikisahkan oleh kepala desa Awu-awu Teguh Imam Sadono, saat dikonfirmasi awak media dalam acara bupati tilik deso didesa Pagak kecamatan Ngombol Sabtu 21/10/2017.

IMG-20171024-WA0145Orangtua Joko Awu-awu adalah Sindang Garbo adik dari Sri Panuwun yang saat itu berkuasa dikerajaan Medang Kanolan, karena putrinya diculik, Sri Panuwun minta bantuan keponakanya yaitu Joko Awu-awu untuk merebut Roro Weton dari cengkeraman penculik.

Untuk merebut Roro Weton, terjadi adu kesaktian antara Jpko Awu-awu dengan tumenggung Wingko dengan mengadu ayam jantan(jago), ayam jago Joko Awu-awu berwarna putih, tetapi saat mau diadu terkena tetesan getah pohon benda, akhirnya warna putih pada bulu dipunggungnya ada warna kemerahan.

Teguh Imam Sadono menjelaskan karena kena tetesan getah pohon benda, sejak saat itu dinamakan ayam jago klawu benda, yaitu ayam putih berkaki putih, matanya putih, dipunggungnya ada warna kemerahan.

Uniknya ,karena kesaktian ayam klawu benda saat mau diadu dan diletakkan diatas batu, batu yang diinjak hingga sekarang tetap terlihat bekas kakinya.

Batu bekas kaki ayam jago tersebut merupakan prasasti yang kini disimpan dimuseum Tosan Aji Purworejo, jelas Teguh menandaskan.

Dalam legenda dikisahkan ayam jago klawu benda yang diadu dengan ayam jago milik tumenggung Wingko, dimenangkan oleh ayam jago klawu benda milik Joko Awu-awu, sesuai perjanjian Roro Weton yang diculik diserahkan kepada Joko Awu-awu, atas ijin Sri Panuwun, Roro Weton dinikahkan dengan Joko Awu-awu, dikemudian hari Roro Weton dikenal dengan sebutan Nyai Ratu Bagelen, atau Nyai Bagelen, jelasnya.

Kecuali kisah ayam jago klawu benda, didesa Awu-awu juga ditemukan mesjid Tiban, dari kisah yang melegenda, Teguh Imam Sadono berharap, desa Awu-awu kelak menjadi desa kunjungan wisata sejarah dan religi, pungkasnya.( A / Kun).

loading...