PB Jakarta : Beritaduka kembali menyelimuti musik tanah air Indonesia, Sang Musisi Legendaris Benny Prah Panjaitan wafat dalam usianya yang ke 70 tahun pada jam 08.30 WIB, Selasa (24/10) dirumahnya, Kompleks Panbers. Jl. Prof. DR. Hamka No 14, (d/h Jln. Chaplin). Larangan Selatan. Pentolan Panjaitan Bersaudara (Panbers) tersebut, telah mengidap penyakit stroke yang cukup lama dideritanya.

Jenazah Benny saat ini disemayamkan di Rumah Duka RS Dharmais, dan rencananya besok akan dilakukan acara adat Batak sebelum dipetikan dan di kebumikan pada hari di Kamis (26/10) di Menteng Pulo.

20171025_023300Dino Panjaitan saat ditemui di Rumah Duka mengatakan bahwa Ayahnya wafat usai mandi dan ingin menyantap sarapan.

“Tadi pagi itu pengasuhnya menyiapkan makan buat beliau seperti biasanya sehari-hari. Tapi dilihat kok responnya sudah enggak ada” kata Dino.

“Terus tiba-tiba pengasuhnya beliau (Benny) panggil saya ke atas itu bilang papa kayaknya enggak ada respon. Saya lari ke bawah ternyata betul beliau sudah pergi”

IMG-20171024-WA0185Dino mengatakan bahwa, ayahnya memang melawan penyakit stroke dalam 7 tahun terakhir. Sejak sakit keluarga tak pernah absen menemani Benny.

Bersama kakak dan adiknya yang merupakan putera dari Alm J.M.M. Panjaitan dengan Bosani S.O Sitompul , Benny membentuk group dengan nama Panbers dengan komposisi awal terdiri dari : Benny Panjaitan sebagai vokalis dan rhythm guitar, Hans Panjaitan pada lead guitar, Doan Panjaitan pada bas dan keyboard serta Asido Panjaitan pada drum. Tidak kurang dari 700 lagu diciptakan Panbers dari ratusan albumnya, baik bergenre pop, rock, keroncong, maupun Melayu.

20171025_023955Usai wafatnya Benny Penjaitan, praktis tinggal Asido yang masih hidup dari komposisi awal Panbers. Saat menyambangi Rumah Duka, Asido berjanji akan menjaga karya Benny di Industri Musik.(Red)

Video saat Benny Panjaitan Hadiri Acara Silaturahmi Musisi Indonesia Pertama di Cisarua (2016)

loading...