PB Halbar : Pasca meninggalnya Hi.Abdullah Harjanto(wakil Sultan Ternate), Selaku komisi klasic tertinggi di Negeri Jiko Ma Kolano Buladan Jailolo (Teluk Para Sultan) mengatakan telah membekukan sementara segala aktifitas Adat Istiadat lainnya di Kadato Tagalaya yang di bangun oleh Pemerintah di Desa Soakinara Kabupaten Halmahera Barat(Halbar).(25/10)

Fofato (administrasi) kesultanan jailolo Arisno Ismail selaku Dewan Adat tertinggi mengatakan bahwa Hairudin Saripudin oknum perangkat adat kesultanan Jailolo yang mengusai kadato saat ini telah mengumumkan pengangkatan Sultan Jailolo yaitu anak dari Hi.Abdullah Harjanto di beberapa media.

IMG-20171025-WA0316“Saya ingatkan kembali kepada Hairudin Saripudin bahwa tindakannya sudah menyimpang dari norma-norma adat istiadat yang  di wariskan oleh para leluhur di Moloku Kie Raha”,ungkapnya.

Ia menjelaskan Almarhum Hi Abdullah Harjanto yang kami hormati adalah mantan Wakil Sultan Ternate yang di tempatkan pada Kesultanan Jailolo pada tahun 2003 dengan gelar “Jo Tia” (arah mata angin “timur” dalam bahasa galela)dan kemudian sudah di nonaktifkan pada tahun 2010 oleh Kesultanan Ternate selaku pemberi mandataris tersebut dan tidak pernah terjadi pembatalan atas keputusan dimaksud sampai akhir hayat Sri Sultan Ternate.

“Selaku Dewan Adat Teringgi yang mempunyai otoritas untuk menyerahkan atau mencabut kuasa dari pemegang amanah kepada para sultan, memandang bahwa rencana pengangkatan sultan 

Kiemalaha Kesultanan jailolo (fala raha) akan diselesai dengan meminta perhatian khusus kepada para Jo’Ou Yang Mulia Sultan Tidore, Yang Mulia Sultan Ternate dan Yang Mulia Sultan Bacan”jelas Arisno Ismail.

Lanjut Arisno,kendati hal ini adalah permasalahan internal Kesultanan Jailolo, tetapi sebagai kesatuan Moloku Kie Raha yang tak dapat terpisahkan atara satu dengan lainnya.

IMG-20171025-WA0317“Kami dengan segala kerendahan meminta perhatian khusus kepada para Jo’Ou Yang Mulia Sultan Tidore, Yang Mulia Sultan Ternate dan Yang Mulia Sultan Bacan untuk dapat bersama-sama mendudukan untuk penyelesaian permasalahan yang melanda negeri kami”,tutupnya.(Arief Muluk)

loading...