PB, JAKARTA – Di dalam masyarakat adat Minangkabau, tatanan yang sangat besar dipegang dalam berkehidupan, dipakai sebuah tatanan yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat adat Minang, Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (Adat Bersandar Syariat (aturan), Syariat bersandar pada Kitab Allah SWT).

Dan menurut Sekretaris Jenderal Yayasan Minangkabau World, Tundra Meliala Sutan Diateh, dari semua lapisan masyarakat yang berasal dari suku Minang pastinya merasakan dan menginginkan adanya perubahan, walaupun demikian, setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan jaman. Baik kehidupan berkeluarga, beragama demi kesejahteraan bersama masyarakat Minang, tentulah harus disikapi.

Perubahan jaman terutama banyak terjadi pada berbagai macam program kerja dan pemberdayaan masyarakat, namun tuntutan untuk bisa merasakan perubahan, tetap harus menjunjung tinggi Tatanan Adat dan Agama, agar pemberdayaan kepada masyarakat secara langsung dapat dirasakan, walaupun dalam skala Internasional.

Sebagai salah satu masyarakat adat Indonesia, Suku Minangkabau adalah salah satu suku yang cukup banyak melakukan perantauan keluar dari wilayah mereka, dan pastinya akan terbentuk sebuah kumpulan atau organisasi diantara sesamanya. Dan tujuan utama adalah untuk melakukan dan saling memberikan kontribusi kepada Masyarakat Minangkabau yang lebih baik lagi.

Demikian pula yang akan dilakukan oleh Yayasan Minangkabau World yang dibentuk sebagai bagian dari perubahan dalam menyikapi kemajuan jaman, terutama dalam melakukan kegiatan hingga ke dunia Internasional.

 

Tundra sendiri hanyalah “Urang Sumando” atau dikenal sebagai tamu terhormat dari keluarga istrinya yang dari Ranah Minang. Namun ketaatan dan loyalitas terhadap kemajuan MInangkabau sudha tertanam dalam diri Tundra. Hingga akhirnya bisa menjadi salah satu motor penggerak untuk membawa masyarakat Minangkabau yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Yayasan Minagkabau World bukanlah hanya sekedar untuk gagah-gagahan, namun sebagai masyarakat yang memiliki keberanian, saat ini sudah banyak yang memiliki jangkauan baik dalam hal kehidupan, berbisnis hingga persoalan keagamaan juga telah mencapai negara-negara lain. Maka dibentuknya yayasan ini untuk bisa lebih menumbuhkan gairah bagi masyarakat Adat Minangkabau menuju dunia internasional.

“Inilah alasan utama kemunculan Yayasan Minangkabau World. Sebagaimana namanya, tentu kami berharap Orang Minang bisa mendunia dengan kemampuan yang sangat baik pula,” kata Tundra Meliala Sutan Diateh.

 

Sebagaimana visi dari Yayasan Minangkabau World yang menaunginya yaitu “Menuju  Masyarakat Minang Yang Berdaya Saing Berdasarkan ABS- SBK”, tentunya kata Tundra, hal itu harus direalisasikan dan tak sekadar diucapkan, “tak hanya saya, tak hanya Yayasan Minangkabau World, namun tugas kita semua untuk bisa merealisasikannya,” ujarnya menambahkan jika tidaklah mudah melakukannya namun kekuatan dan niat harus diutamakan.

 

Misi yang diemban oleh Yayasan dibagi dalam lima tahap, yang diliputi dari keinginan untuk bisa menjadi wadah bagi semua masyarakat Minangkabau, baik yang dirantau maupun mereka yang masih berada di tanah Minang.

 

Yayasan Minangkabau World kata dia, juga akan aktif membina dan mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak/organisasi/lembaga lain yang memiliki visi dan misi yang sama dan tentunya sejalan dengan Yayasan Minangkabau World, baik yang ada di dalam negeri maupun yang berasal dari luar negeri. “Asal sama, sejalan dan sebangun dengan Yayasan Minangkabau World, pasti kita gandeng,” tuturnya pula.

Misi lainnya kata Tundra Meliala adalah akan mendukung dan melaksanakan berbagai program dan aktifitas pendikan, pengkajian dan pengembangan budaya Minang, Dakwah agama Islam dan mengawal pelasanaan pariwisata yang halal.

Selanjutnya Yayasan Minangkabau World juga berupaya memperkokoh karakter generasi muda Minangkabau dalam pendidikan agama, sosial budaya dan ekonomi kemasyarakatan yang berbasiskan ABS-SBK.

Tak hanya itu, Yayasan Minangkabau World yang baru saja mendapatkan Badan Hukum dari Kemenkumham pada 20 Oktober 2017 lalu, juga akan berupaya untuk mencari dan menghimpun dana dari berbagai sumber secara benar.

“Dalam menghimpun anggaran tersebut, tentunya harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan halal, Serta kami akan mendirikan dan mengelola berbagai kegiatan usaha sesuai dengan kaidah ekonomi syariah,” imbuhnya.

Di akhir perbincangan tersebut, Tundra Meliala baik atas nama pribadi maupun Yayasan Minangkabau World berharap masukan dari semua pihak agar semua program organisasi bisa berjalan dengan baik.

“Sebagai anak baru, tentunya kami butuh masukan, arahan dan bimbingan agar menjadi lebih baik sebagaimana tujuan organisasi ini,” katanya mengakhiri.

Apalagi menurutnya, tantangan zaman yang tidak ringan turut menjadi kendala dalam pembenahan masyarakat Minang secara menyeluruh. Keinginan kuat dan niat yang tulus dari semua elemen masyarakat Minang di manapun berada, sudah pasti menjadi patokan dasar untuk membawa masyarakat Minangkabau tinggal landas.

(jall/sumber)

loading...