PB, JAKARTA – Pasca berhentinya operasi Hotel Alexis beserta tempat pijit yang disebut Ahok salah satu “surga dunia” di lantai 7 rupanya menjadi sorotan dari beberapa tokoh partai nasdem dan juga terutama dari para pemilik-pemilik akun yang ditengarai banyak dari pendukung Ahok, dengan mempertanyakan kepada Anies bagaimana dengan nasib karyawan Alexis sebanyak 1.000 orang akan bekerja dimana.

Netizen lainnya yang melihat “serangan” yang dilakukan oleh netizen dan juga dimuat ke beberapa media terkait dengan keberadaan para karyawan akan kemana bekerja pasca ditutupnya seluruh kegiatan Hotel Alexis terhadap kebijakan Anies melalui beberapa bukti, mempertanyakan maksud serangan tersebut.

Bahkan netizen balik mempertanyakan sikap para penyerang kebijakan Anies, dengan mengatakan, ketika Ahok menggusur Kampung Aquarium, dan warga setempat yang kebanyakan berprofesi sebagai nelayan, dan sebagian lainnya sebagai pedagang eceran, harus kehilangan mata pencaharian tidak ada satupun dari mereka yang mempertanyakan, namun ketika Alexis ditutup nasib pegawai diributkan.

Bahkan dari beberapa berita dan melalui data penduduk yang berada di wilayah dan terkena dampak dari pembuatan pulau “buatan” reklamasi oleh para taipan sebanyak 107.361 warga sekitar dari beberapa daerah dan wilayah yang berprofesi sebagai nelayan harus kehilangan kesempatan untuk kembali melaut, karena kebanyakan terusir dan tinggal semakin jauh, bahkan yang masih bertahan, melaut, harus menempuh jarak yang semakin jauh hingga mengakibatkan biaya untuk memancing semakin besar dan tidak sebanding dengan hasil tangkapan.

Ada yg sok bela & mikirin nasib karyawan Alexis kedepanya..giliran soal Nasib Nelayan akibat Proyek Reklamasi, kemana? *WarasItuMahal*” @Umnia77

Namun Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebelumnya mencoba memberikan alternatif terkait dengan kondisi para pekerja Hotel dan Griya Pijat Alexis, yang terdiri dari 600 pegawai tetap dan 400 pegawai lepas, untuk ikut bergabung dalam program OKE-OCE yang dijadikan salah satu program untuk menaikkan kondisi ekonomi masyarakat Kota Jakarta. Namun rupanya para pegawai Alexis tetap tidak menginginkan untuk bergabung dengan program OKE-OCE, dikarenakan mereka belum tahu dan belum mengerti.

Namun rupanya salah satu pihak swasta, Mayapada Grup, milik Dato’ Sri Tahir alias Ang Tjoen Ming,  yang memiliki anak perusahaan Bao Bao Express Minimart dan Koperasi BBX berminat untuk menampung sekitar 1.000 pegawai milik Hotel dan Griya Pijat Alexis.

(jall)

loading...