PB JAKARTA – Dalam pertandingan yang berjuluk duel klasik (el clasico) Liga 1 antara tim Ibukota Persija Jakarta melawan musuh bebuyutannya, Persib Bandung,  Jumat (3/11/2017) lalu di stadion Manahan kota Solo, yang berkesudahan untuk kemenangan Macan Kemayoran, menyisakan cerita tersendiri. Pasalnya dalam duel bergengsi ini, Persib Bandung memilih menyudahi pertandingan lebih awal sebelum pluit tanda akhir pertandingan ditiup sang pengadil lapangan.

Atas hal tersebut, Manajer Persija, Ardhi Tjahjoko, berkomentar dan sangat menyayangkan sikap Persib Bandung yang memilih aksi walk out (WO) di menit 84.

Sikap itu ditunjukkan Persib usai pemain asingnya, Vladimir Vujovic dihadiahi kartu kuning kedua alias kartu merah oleh wasit asal Australia, Evans Shaun Robert pada menit ke-82. Kartu merah dikeluarkan setelah Vujovic melakukan protes keras usai mendapat kartu kuning pertama dimenit yang sama.

Wasit akhirnya memutuskan menyelesaikan pertandingan lantaran Persib masih berada di pinggir lapangan. Keputusan dibuat dalam posisi Persija unggul 1-0 lewat gol Bruno Lopes dari titik putih pada menit ke-77.

“Saya sangat mensyukuri hasil pertandingan hari ini. Yang saya sayangkan kenapa dari pihak ofisial Persib menyuruh pemain untuk keluar. Kalau masalah dan mendapat perlakuan tidak adil dari wasit, saya pikir semua tim pernah mengalami,” kata Ardhi Tjahjoko di Jakarta, Sabtu (4/11/2017).

Kesalahan yang dilakukan wasit menurutnya merupakan hal yang biasa. “Dan ini tidak terjadi hanya di Indonesia. Di sepak bola sekelas liga Eropa atau Italia dan manapun itu merupakan hal yang biasa dan itulah satu sisi drama sepak bola.”

“Jadi harus dihadapi dengan besar hati. Jangan justru memerintahkan pemain untuk keluar dari arena pertandingan,” tambahnya.

Persib bisa dianggap atau dinyatakan mengundurkan diri dari Liga 1 dengan berbagai konsekuensi apabila benar-benar menolak melanjutkan pertandingan. Ini apabila merujuk pasal 13 regulasi Liga 1. (Beby Siahaya)

loading...