PB, JAKARTA – Walaupun bergelar Profesor dan juga sebagai Rais Syuriah PCI Nadhlatul Ulama Australia dan New Zealand, Nadirsyah Hosen alias Nadirs, ternyata menganggap jika TNI saat ini dibawah kepemimpinan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, justru menjadi bagian dari pihak pihak yang dianggap oleh sebagian NU sebagai pendukung ormas radikal dan membenci Pancasila.

Hal ini tertuang dalam sebuah tulisan yang disebarkan melalui media sosial. Dalam tulisan tersebut, Nadirs menganggap jika Pemerintah dan Kepolisian sedang melakukan pembersihan terhadap penganut dan pendukung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sudah dibubarkan pemerintah, karena dianggap mengusung paham radikal yang ingin mengganti Pancasila. Namun dilain pihak menurutnya, TNI dianggap Nadirs sedang merangkul pihak pihak yang berseberangan dengan pemerintah dan kepolisian secara politik dan ideologis.

Dalam awal tulisannya, Nadirs mendukung pihak Banser NU Bangil yang membubarkan dan mengusir Ustad Felix Siauw yang tidak ingin menandatangani surat pernyataan yang disodori oleh kepolisian dan Banser NU yang berisikan pengakuan terhadap Pancasila dan harus menyatakan keluar dari HTI.

“Dalam kasus Felix di Bangil, apa yang dilakukan oleh Banser sudah cerdas dan benar,” ttulis Nadirs di awal tulisannya.

Bahkan Nadirs menuduh Felix sengaja membuat dirinya sebagai korban dari kejadian pengusiran tersebut, hingga akhirnya Nadirs menganggap jika serangan bully dari orang orang yang dianggapnya sangat membenci NU terus berupaya membuat nama NU rusak. Tuduhan Nadirs juga ditujukan kepada beberapa anggota NU yang tidak suka dengan sikap Banser dan Ansor akibat terhasut dengan tuduhan tersebut. Nadirs juga menyebut para pakar Hak Asasi Manusia dan Demokrasi seakan lupa jika serangan kepada Banser NU, tidak pantas karena menurutnya justru Felix adalah penghancur demokrasi Pancasila.

Saya mengambil sikap : saya MENDUKUNG 100% Banser dan Polri yg meminta semua tokoh HTI utk ttd di surat pernyataan sebelum ceramah. Ini masalah menjaga NKRI.” tulisnya memberikan dukungan terhadap surat pernyataan kepada Felix.

Nadirs bahkan menyebut secara tidak langsung jika Banser dimanfaatkan oleh pemerintah dan kepolisian untuk melakukan pelarangan serta pembubaran terhadap Felix Siauw di Bangil, karena jika Pemerintah dan Polisi yang melakukan hal tersebut, maka kelompok yang menurutnya seperti Amien Rais dan kawan kawan akan menyudutkan Polisi dan Jokowi sebagai anti Islam.

Selain alasan ketakutan Jokowi dan Polisi menjadi gaman untuk melarang dan membubarkan kajian Felix Siauw akan dituduh sebagai anti Islam, juga karena keberadaan TNI yang dianggap Nadirs sudah merangkul dan mendukung keberadaan kelompok kelompok yang dianggapnya berseberangan politik dan ideologis dengan pemerintah dan polisi.

Maka diaturlah strategi, Banser ditaruh didepan menghadang Felix dkk. Polri memback-up di belakang. Yg kena caci maki adalah Banser.” tulis Nadirs sambil menambahkan jika hal itulah yang membuatnya merasa tidak layak untuk ikutan mencaci maki Banser.

nadirs1 nadirs2 nadirs3 nadirs4

 

loading...