PB JAKARTA –  Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono bahas beberapa point target makro saat bersilaturahmi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/11). Poin-poin yang dibahas yaitu mengenai titik-titik kemacetan, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), konsep Transit Oriented Development (TOD) dan target perpindahan point to point tidak lebih dari 1,5 jam. 

Bambang Pri menjelaskan bahwa, tujuan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) bersilahturahmi ke Balai Kota menemui Pak Gubernur Anies Baswedan untuk membangun kebijakan-kebijakan mengenai transportasi di DKI Jakarta dan mendiskusikan beberapa hal point penting target makro yang terkait dengan pengembangan transportasi di Jabodetabek.

“Kami (BPTJ) ingin bersilahturahmi kepada Pak Gubernur karena sudah di lantik secara resmi sebagai Gubernur DKI Jakarta, maka dari itu kami memberikan ucapan selamat kepada Bapak Gubernur dan membicarakan hal yang terkait tentang transportasi, khususnya di DKI Jakarta,” Jelas Kepala BPTJ Bambang Pri (sapa an akrab Bambang Prihartono).

Sementara itu, Kepala Badan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Pri mengatakan, telah memetakan target-target makro yang harus dicapai dalam membangun transportasi di Jabodetabek, salah satunya adalah DKI Jakarta. Pihaknya pun berencana membangun transportasi ke depan agar point to point itu dicapai tidak lebih dari 1,5 jam.

“Kemudian, kecepatan rata-rata minimal adalah 30 km/jam. Itu adalah salah satu target makro yang kami sampaikan kepada Pak Gubernur,” ujarnya.

Bambang Pri mencontohkan, jarak tempuh transportasi umum dari titik keberangkatan di Jalan Medan Merdeka Barat ke titik di Jakarta Selatan tidak boleh lebih dari 1,5 jam. Jika target itu tak tercapai, pemerintah harus melakukan evaluasi.

“Kalau lebih (dari 1,5 jam), berarti kami harus membangun transportasi bagaimana mendekatkan itu,” kata Bambang Pri.

Pada kesempatan yang sama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pihaknya mendiskusikan pengambilan kebijakan transportasi di Ibu Kota. Menurutnya, harus ada kesinergian antara Pemprov DKI dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan pemerintah daerah sekitarnya dalam hal menangani kebijakan transportasi.

“Ada beberapa target makro yang kita bicarakan yang pertama titik-titik kemacetan yang sudah sangat terasa yang kita alami di beberapa titik jalanan di Ibu Kota, yang kedua peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), yang ketiga konsep  Transit Oriented Development (TOD),” Jelas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta menegaskan, untuk kualitas sumber daya manusia yang menjadi operator kendaraan angkutan umum massal harus juga diperhatikan dan Konsep Transit Oriented Development (TOD) harus benar-benar TOD yang dibangun, jadi jangan sampai berbeda.

“Kita menyepakati untuk bekerja lebih dekat, intensif, terbuka dan menyiapkan perencanaan master plan untuk transportasi dengan mengantisipasi perubahan yang terjadi di Jakarta, itu hal-hal yang kita review dalam pertemuan ini,” katanya.

Masukan-masukan yang signifikan bagaimana Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), kami dapatkan dari Pak Gubernur, “karena kita membangun transportasi ini adalah membangun industri pelayanan sehingga SDM adalah pengatur tim dan secepatnya akan kami follow up,” ujar Bambang Pri.

Pertemuan BPTJ dengan Gubernur DKI Jakarta, hanya membahas berbagai point hal secara makro. Sementara detail pembahasan akan dilakukan dalam pertemuan-pertemuan intensif selanjutnya. (Dirawantara)

 

loading...