PB SURABAYA – Pernyataan Ketum Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDIP) ‘tidak percaya pada hari akhir, dan menyebutnya sebagai peramal’ telah menuai konflik baru, meskipun pernyataan Megawati Soekarno Putri terbilang lama, yakni saat dirinya berpidato pada 24 Januari 2017 lalu.

Kini oleh puluhan ulama asal Madura, Megawati yang juga merupakan mantan Presiden ke-5 RI dilaporkan ke markas Polda Jatim, di jalan A. Yani Surabaya, Jawa Timur, Rabu (8/11). Para ulama asal pulau garam tersebut menganggap Mega telah menyinggung umat Islam yang mengarah pada ujaran kebencian.

“Kedatangan kami guna melaporkan ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri dalam kasus dugaan provokasi ujaran kebencian dan permusuhan yang tertuang dalam pasal 156 KUHP.” kata salah seorang perwakilan ulama, Muhammad di Mapolda Jatim, Rabu (8/11/2017).

IMG-20171108-WA025Menurutnya,  sebanyak 25 orang ulama turut hadir dalam pelaporan terkait isi pidato Mega yang dianggap menyinggung kaum mayoritas dengan mengatakan dirinya tidak percaya pada hari akhir, dan menyebutnya seperti peramal.

“Justru kami baru mengetahuinya terkait pidato bu Mega itu, dan kami pun belum tau apakah sudah ada yang melaporkannya atau tidak.” tambah Muhammad.

Dijelaskannya, informasi tentang pidato Megawati didapat dari santri di Madura kemarin setelah ditontonnya melalui media You tube. “kalau Megawati memberikan statemen seperti itu. Akhirnya santri lapor ke kiai, dan para kiai melaporkan sekarang ini.” ungkapnya.

Saat awak media mengonfirmasi soal laporan tersebut, Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera membenarkan laporan tersebut. “Ya, benar,” kata Frans.‎ (Beby Hendry)

loading...