PB, JAKARTA – Karena merasa tidak menerima perlakuan dari anggota sipir dan anggota Brimob yang melempar dan mengacak acak Al Quran dan beberapa buku hadish yang biasa dibaca oleh para tahanan yang diduga sebagai komplotan teroris oleh Densus 88. Gedung tahanan di Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua rusak akibat didemo oleh tahanan terduga teroris.

Kejadian pada Jumat (10/11/17) bermula ketika seorang Kepala Sipir bernama Ahmad dan ditemani oleh lima orang anggota Brimob mencoba untuk memperbaiki ventilasi pintu di bagian isolasi, namun tindakan mereka justru membuat tahanan marah ketika perilaku Ahmad dan lima anggota Brimob yang mengacak acak kamar tahanan untuk mencari HP sambil melemparkan Al Quran dan beberap buku tentang hadist Rasulullah.

Akibatnya salah satu tahanan dari Blok C bernama Maher meludahi salah satu anggota Brimob akibat kesal melihat perlakuan mereka terhadap kitab suci Al Quran dan buku buku hadist yang dibuang dan dilemparkan semabarangan.

Dan Maher akhirnya menerima pukulan dari beberapa anggota Brimob dari sipir Densus 88. Namun tindakan pemukulan terhadap Maher akhirnya memancing kemarahan tahanan lainnya. Akhirnya terjadilah perlawanan dari para tahanan.

jihadbrimob bromib hancur brimob hancur

Dari informasi yang berhasil dihimpun tim redaksi, beberapa pintu dan tembok tahanan hancur akibat pelampiasan kemarahan para tahanan terhadap anggota Brimob dari Densus 88. Bahkan sampai berita ini diturunkan informasi yang diterima, jika kondisi gedung tahanan yang berada di tengah markas Brimob Kelapa Dua masih tegang, karena beberapa tahanan sempat keluar dari bagian isolasi.

Pihak Brimob sendiri belum bisa dimintai keterangan, bahkan beberapa anggota kepolisian yang coba dihubungi juga tidak mau menjawab pertanyaan terkait dengan kondisi gedung tahanan para terduga teroris yang ditahan oleh Densus 88.

 

(jall)

loading...