PB JAKARTA –  Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pihaknya bakal mempertimbangkan usulan Kadin untuk  penghapusan Pajak pertambahan nilai (PPN).

“Kalau usulan Kadin ba‎nyak sekali mengenai usulan yang dipakai untuk meningkatkan confidence baik dari investasi dan konsumen,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Menurut Sri, ‎Kemenkeu saat ini masih mempelajari lebih lanjut terkait usulan tersebut. “Karena untuk memutuskan menghapuskan PPN 10% sebesar dibutuhkan kehati-hatian, kita mempelajari usulan tersebut dan memang sudah di dalam APBN dilakukan” ujarnya.

‎Diketahui, sesaat lalu, Ketua Umum Kadin, Rosan P Roeslani mengatakan telah menyampaikan secara langsung kepada Sri Mulyani untuk memberikan stimulus perpajakan seperti penurunan Pajak Penghasilan (PPh) Badan maupun PPN bagi masyarakat.

Langkah stimulus berupa keringanan pajak, menurut Rosan bakal mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk kembali membelanjakan uangnya. “Dengan demikian, konsumsi rumah tangga tumbuh dan mampu menggerek pertumbuhan ekonomi lebih meningkat,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, ada perlambatan dalam pertumbuhan tingkat konsumsi rumah tangga di kuartal ketiga 2017. Di kuartal ini tingkat konsumsi rumah tangga tumbuh di 4,93 persen. Persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini juga diketahui melemah ‎dari bulan sebelumnya. (Beby Hendry)

loading...