PB Ternate : Sebanyak 988 butir Pil Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) yang termasuk golongan obat keras dan telah di larang beredar dan di tarik pada tahun 2013 oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berhasil di amankan oleh jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Malut dari tangan pelaku bernama Yatti alias YP(43) pada saat mengambil paket dari salah satu jasa pengiriman barang.(12/11)

Direktur narkoba  Polda Malut Akbp Mirza Alwi mengatakan penangkapan tersangka berdasarkan hasil penyelidikan intens di semua toko-toko obat dan jasa pengiriman,sehingga  pada hari Kamis tanggal 9 November 2017 pukul 12.30 WIT,pihaknya berhasil menemukan dugaan paket berupa barang berisi pil PCC di salah satu jasa pengiriman barang.

“Paket Pil PCC ini di kirim dari Makasar, Sulawesi Selatan  dan barang tersebut sudah di periksa oleh BPOM untuk melihat hasilnya dalam satu minggu kedepan”,ungkapnya saat jumpa pers di kantor Ditresnarkoba yang di dampingi Kabid Humas Polda Malut Akbp Hendri Badar.

Dirnakoba menjelaskan tersangka akan di kenakan pasal 196 Undang – Undang 36 tahun 2009 dengan ancaman kurungan 10 tahun dan denda 1 miliar yang isinya setiap orang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan persediaan farmasi atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar atau persyaratan keamanan.

“Tersangka juga di kenakan dengan pasal 197  UU 36 tahun 2017 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun dan denda 1,5 miliar yang isinya setiap orang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan kesedian farmasi atau alat kesehatan yang tidak memiliki ijin”, jelas Mirza.

Mirza menerangkan bahwa obat ini awalnya untuk orang yang  mempunyai penyakit jantung,namun saat ini obat tersebut di salah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak mempunyai ijin resmi untuk dijual.

“Pil PCC ini jika diminum dampaknya sangat berbahaya karena bisa menimbulkan kejang- kejang ,berhalusinasi ,melayang – layang, mual – mual dan tidak sadarkan diri sampai meninggal dunia”, terangnya.

Lanjutnya saat ini pihaknya masih menyelidiki tentang obat tersebut apa sudah dijual atau di edarkan kepada anak – anak di Maluku Utara.

“Karena informasi yang ada di Sulawesi Tenggara (Sultra) obat ini di jual kepada anak – anak ,maka kami menghimbau kepada orang tua dan para guru sekolah yang ada di Malut jika menemukan pil PCC ini segera melaporkan ke Polda Malut”,tutup Mirza.(Arief Muluk)

loading...