PB, Solok Selatan – Hanjogo Raharjo yang sebelumnya selalu mencaci HRS dan FPI dipecat secara tidak hormat sebagai karyawan kontrak proyek Geothermal Muara Laboh oleh PT Rekayasa Industri (Rekind)  tempat dia bekerja.

“Betul pak, sejak tanggal 10 November kemarin HR sudah dikeluarkan dari Rekind,” ujar Eriek Kristiyan, Community Affairs & Project Security Manager PT Rekayada Industri  kepada pembawaberita.com melalui telepon selulernya, Senin (13/11).

IMG-20171113-WA0105Lanjutnya, pemecatan Hanjogo Raharjo secara tidak hormat tertuang dalam Surat Keputusan yang ditandatangani oleh Irwan selaku Site Manager dengan nomor 002/SKE-17-1104/XI/2017.

“Diberhentikan secara tidak hormat dan tidak menerima hak-hak dia sebagai karyawan karena masalah itu tidak dapat ditolerir,” ujar Eriek lagi.

Eriek juga mengatakan bahwa pihaknya tidak akan memberi ampunan bagi karyawan yang melanggar nilai-nilai kearifan lokal suatu daerah.

IMG-20171113-WA0106Dia menambahkan sanksi buat Hanjogo Raharjo juga merupakan warning dan pembelajaran bagi karyawan lain untuk dapat menghormati adat dan budaya masyarakat di suatu daerah.

Sebagaimana diketahui Hanjogo Raharjo dilaporkan ke Polsek Batui Polres Banggai oleh Saharuddin atas dugaan perzinahan dengan NKM istrinya.

Untuk diketahui pula Hanjogo Raharjo adalah pemilik akun FB Jihad Yustisio yang sebelumnya selalu mencaci HRS dan FPI.

Namun sejak pemberitaan tentang dugaan perzinahan dan merusak rumah tangga orang,  akun FB Jihad Yustisio dinonaktifkan.

IMG-20171113-WA0108Hasil penulusuran pembawaberita.com akun FB Jihad Yustisio tersebut kini berganti menjadi Pro Justice.

Namun pada akun tersebut semua postingan yang menyudutkan HRS dan FPI telah dihapus.  (Enel-Sultra)

loading...