PB Purworejo : Robi Handoyo (23), gitaris muda asal Desa Wonoenggal Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo, kian mendunia. Belum lama ini, namanya kian santer dibicarakan setelah menyabet Juara 1 Solo Gitar Kategori Umum pada Kompetisi Gitar Klasik IV di Universitas Negeri Jakarta. Naiknya Robi di belantara musik nasional hingga internasional tersebut menjadi kabar menggembirakan di Purworejo.

Robi merupakan putra keempat dari lima bersaudara pasangan Pratikno Adi Winangun (57) dan Sulastri (54). Sejak tahun 2012 ia menajamkan kemampuan bermusiknya di jurusan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Saat ditemui, Robi membenarkan soal keberhasilannya dalam kompetisi di UNJ. Ajang berkelas nasional itu diikutinya pada 8-11 November 2017. Terdapat 3 kategori, yakni junior, senior, dan umum.

“Total peserta pada kompetisi ini sebanyak 56 orang. Saya ikut di kategori umum dengan jumlah peserta sebanyak 26 orang yang berasal dari seluruh Indonesia. Alhamdulillah juara pertama,” kata Robi, Senin (13/11).

IMG-20171113-WA0252Selain kompetisi, perhelatan saat itu juga diisi masterclass dan konser oleh gitaris luar negeri yakni  Giordano Passini  dari Italy dan Oliver Pletscher dari  Swiss. Ada juga beberapa maestro gitaris klasik Indonesia seperti Royke B Koapaha, Heri Budiawan, Edy Husni Rachim, dan Jubing Kristianto.

“Selain konser dan masterclass mereka juga menjabat sebagai juri dalam kompetisi ini,” sebutnya.

Totalitas Robi saat tampil berhasil memikat perhatian juri dan menobatkannya menjadi yang terbaik. Selain penghargaan dan sejumlah uang pembinaan, Roby juga memboyong sebuah gitar handmade Saefull Luthier senilai Rp15 juta.

“Saefull Luthier merupakan sponsor dalam acara ini,” lanjutnya.

Lebih lanjut Robi mengungkapkan bahwa kompetisi gitar klasik nasional tersebut bukan menjadi kompetisi pertama yang diikutinya tahun ini. Sebelumnya Robi tampil dalam Valerio International Guitar Festival  pada bulan Agustus 2017 di Yogyakarta dan meraih Juara 3 kategori Solo Open Kategori. Ia juga menyabet Juara 3 kategori ensemble bersama nocturnal guitar quartet yang beranggotakan Adi Suprayogi (Magelang) Gita Puspita Asri (Solo), dan Vaizal Andrians (Mojokerto).

Lalu pada bulan yang sama Robi juga mengikuti Tarrega Malaysia International Guitar Festival 2017 di Kuala Lumpur Malaysia. Pada kompetisi tersebut ia mendapat Juara 2 solo open category dan champion atau Juara 1 pada ensemble category bersama nocturnal guitar quartet.

“Sehingga kami berhak mendapat hadiah tour concert di Malaysia pada tahun depan,” ungkapnya.

Pada tahun 2018 mendatang, ia juga bakal kembali mengikuti sedertan kompetisi international. Beberapa diantaranya Valerio International Guitar Festival 2018, Japan International Ensemble Guitar Festival 2018, Hanoi International Guitar Festival 2018 di Vietnam, dan Claxica International Guitar Competition, di Bologna, Italy.

“Kompetisi Claxica di Bologna Italy yang akan saya ikuti tahun depan merupakan hadiah dari kompetisi di malaysia kemarin. Saya mendapat free Pendaftaran, akomodasi selama di Italy, masterclass dan separuh tiket pesawat ke Italy,” ujarnya.

Robi menambahkan, perjalanan menapaki dunia musiknya cukup terjal. Dalam sejumlah kompetisi musik dunia di luar negeri yang diikuti, ia kerap harus menjual gitar hadiah atau penghargaan lain dari juara kompetisi sebelumnya untuk memenuhi biaya akomodasi, seperti kebutuhan tiket hotel, makan, dan perjalanan.

“Saya berharap untuk selanjutnya mungkin saya akan mencoba kembali meminta bantuan kepada pemerintah purworejo untuk kompetisi saya tahun depan, semoga akan ada lebih perhatian khusus untuk saya,” ucapnya.

Munculnya nama Robi mendapat perhatian dari para seniman di Purworejo, salah satunya Ketua Dewan Kesenian Purworejo (DKP), Angko Setiyarso Widodo. Menurutnya, Robi menjadi salah satu bukti bahwa Purworejo memiliki banyak seniman muda berpotensi. Keberadaannya sebagai aset Purworejo harus diakui. (Wardoyo)

loading...