PB | BANYUWANGI | Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) mengatakan membangun budaya bangsa yang berkebudayaan harus diwujudkan dengan kesadaran bersama atas pentingnya potensi yang dimiliki bangsa Indonesia yaitu alam dan Budaya.
“Kita harus bersyukur karena Allah SWT telah melimpahkan kekayaan sumber daya alam, budaya, keindahan alam di negeri ini,” ucap Menko Puan yang disampaikannya dalam sambutan sekaligus secara resmi membuka Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2017 di Taman Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (11/11/2017).
Salah satu daerah yang dianggap telah berhasil mengoptimalkan potensi budaya dan alam yang ada adalah Kabupaten Banyuwangi. Menurut Puan, Kabupaten Banyuwangi patut mendapat julukan The Sunrise of Java, karena berkat upaya Pemkab Banyuwangi dan jajarannya, masyarakat serta seluruh pihak yang membawa nama Banyuwangi sehingga semakin terkenal baik di dalam maupun luar negeri.
“Banyuwangi adalah salah satu destinasi pariwisata andalan Indonesia di masa yang akan datang,” ujar Menko Puan.
Puan menilai penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival yang digelar untuk ke-7 kalinya ini merupakan wadah untuk menumbuhkan kreativitas rakyat Banyuwangi sekaligus mengangkat potensi wisata Kabupaten Banyuwangi.
“Dengan menghadirkan tema dari kultur budaya dan kearifan lokal yang berbeda-beda setiap tahun, membuktikan bahwa Banyuwangi Ethno Carnival merupakan salah satu bentuk “etalase” seni yang patut mendapat apresiasi,” katanya.
Bertepatan pada saat Pembukaan Banyuwangi Ethno Carnival 2017, Menko PMK berkesempatan memberikan secara simbolis bantuan kepada lima anak yatim piatu berupa alat tulis dan uang saku, lima anak penerima manfaat program garda ampuh dan lima lansia penerima rantang kasih.
Diketahui, acara pembukaan BEC 2017 dihadiri antara lain Menteri Pariwisata Arief Yahya, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Wabup Banyuwangi, Anggota Komisi IV DPR RI, Perwakilan Badan Promosi Pariwisata dari Sulawesi dan NTT, Plt. Deputi bidang Koordinasi Kemenko PMK I Nyoman Shuida, Budayawan dan Tokoh Agama se-Kabupaten Banyuwangi dan Duta Anak Muda dari 21 negara sahabat. (Agus)

loading...