PB Jakarta –  Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat melakukan penjangkauan terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang kedapatan membawa emas dan uang sekitar Rp 23 juta.

PMKS itu dijangkau petugas ketika mengemis di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Kramat Sentiong, Jakarta Pusat. Uang tersebut juga diduga berasal dari mengemis.

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati mengemukakan, dari PMKS itu, petugas mendapatkan sejumlah emas, uang kertas sebesar Rp 22.750.000 dan uang receh sebanyak Rp 313.900. Total hasil berjumlah Rp 23.063.900.

“Pada saat itu kami sedang monitor PMKS jalanan di area JPO Kramat Sentiong, dan menyelamatkan seorang ibu, Sri (43) yang sedang mengemis di JPO tersebut,” kata Susana Budi Susilowati saat dihubungi, Senin (13/11).

Susana mengatakan Sri dijangkau saat petugas sedang melakukan pengawasan. Pengemis itu dijangkau pada Minggu (12/11), sekitar pukul 09.30 WIB.

20171116_012755“Pengemis tersebut terjangkau pada pukul 09.30 WIB, hari Minggu, 12 November 2017,” jelasnya.

Ia melanjutkan, saat dijangkau pengemis tersebut sempat memberontak sehingga pemeriksaan barang secara menyeluruh baru bisa dilakukan di panti.

Kini pengemis tersebut sudah dibawa ke panti Bangun Daya 1 Kedoya, Jakarta Barat. Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti yang didapat dari pengemis tersebut.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak memberi dalam bentuk apapun kepada pengemis. Masyarakat bisa salurkan bantuan kepada lembaga yang terpercaya,” kata Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati.   (Is)

loading...