PB PURWOREJO- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo menyatakan komitmen keseriusannya untuk memberdayakan pemuda. Hal itu menjadi jawaban atas sejumlah aspirasi yang mengemuka dalam Forum Komunikasi Dengar Aspirasi Publik atau Critical Voice Point (CVP) di Pendopo Kabupaten, Senin (20/11).

CVP bertajuk Pemuda Seni dan Olahraga diikuti puluhan peserta dari unsur perwakilan organisasi kepemudaan (OKP), tokoh masyarakat, pelajar, serta dinas atau OPD terkait. Hadir secara langsung Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM.

Salah satu aspirasi disampaikan oleh Ketua Dewan Kesenian Purworejo (DKP) yang juga mantan ketua KONI Purworejo, Angko Setiyarso Widodo. Menurutnya, pada saat dirinya menjadi anggota dewan beberapa tahun silam, Pemkab Purworejo pernah memiliki komitmen untuk mengelola sejumlah sekolah berbasis seni dan olahraga. Sayangnya, saat ini keberadaan sejumlah sekolah tersebut tidak terurus dengan baik.

Angko Setyarso Widodo, Ketua Dewan Kesenian Purworejo

Angko Setyarso Widodo, Ketua Dewan Kesenian Purworejo

“Contohnya dulu di SMAN 6 pernah ada pembinaan khusus untuk olahraga Anggar dan mencetak para juara hingga level nasional, tapi sampai sekarang jadi semu karena minimnya sarana dan prasarana,” ungkap Angko.

Terkait pemberdayaan pemuda, Angko yang juga pernah menjadi Pemuda Pelopor saat mudanya berpandangan bahwa pemberdayaan pemuda harus dilakukan secara berkelanjutan sejak dini. Disebutkan, banyak tokoh pemuda Purworejo yang muncul di level nasional hingga internasional, salah satunya Robi Handoyo sang gitaris muda asal Kecamatan Grabag yang telah mendunia.

“Robi yang sekarang saya ajak hadir ini, tidak dipersiapkan saja juara, apalagi kalau dipersiapkan. Penyiapan generasi muda bisa lewat jalur formal seperti sekolah dan jalur nonformal seperti sanggar-sanggar,” sebutnya.

“Kalau dipersiapkan sejak tingkat SD, saya yakin akan muncul tokoh-tokoh seperti WR Supratman atau Robi selanjutnya,” tandasnya.

Aspirasi berbeda disampaikan olehWaka Kesiswaan SMAN 1 Purworejo, Cahyo Winarno. Menurutnya, sejumlah even kompetitif bidang seni di Kabupaten Purworejo saat ini kerap tidak mendapatkan apresiasi maksimal dari kalangan pelajar. Pasalnya, even yang digelar, seperti Pekan Seni Pelajar, masih minim  reward atau penghargaan.

“Saya berharap proses berkesenian dari jenjang SMP ke SMA itu ada progresnya dengan apresiasi yang baik,” katanya.

Menanggapi beragam aspirasi yang ada, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dr Akhmad Kasinu, menyatakan bahwa akan menggodok semua masukan tersebut. Pihaknya mengakui bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam pemberdayaan kepemudaan. Karena itu, pada tahun 2018, pihaknya akan memaksimalkan sinergitas dengan semua komponen yang ada.

“Kami telah berupaya memfasilitasi seluruh OKP, misal dengan dana hibah dan pemberdayaan. Kita akui hasilnya memang belum maksimal, tetapi kita akan berusaha meningkatkannya,” ungkap Kasinu.

Sementara itu, Bupati Agus Bastian mengapresiasi adanya beragam aspirasi dan masukan membangun dari para peserta dalam CVP yang sudah memasuki episode 10 kali ini. Pihaknya berjanji akan menyikapi sejumlah persoalan yang ada demi kemajuan Purworejo di bidang kepemudaan, seni, dan olahraga.

“Saya akan menjawab semua aspirasi dengan aksi nyata agar apa yang sudah disampaikan tadi bisa kita rasakan hasilnya,” katanya.

Terkait pembinaan kesenian, Bupati mengakui bahwa anggaran kesenian yang diajukan saat ini oleh dinas terkait masih cukup rendah. Kesenian masih terkesan dianggap murah.

“Ke depan kami berharap anggaran untuk kesenian di dinas terkait dapat disesuaikan,” tandasnya. (Wardoyo) 

loading...