PB, JAWA TIMUR – Sebagai kota kedua terbesar di Indonesia, Surabaya dikenal sebagai salah satu kota yang memiliki sejarah. Peringatan Hari Pahlawan yanhg dilaksanakan setiap tanggal 10 November lahir dari Kota Surabaya ketika Bung Tomo memimpin pergerakan melawan penjajah Belanda yang masuk ke Indonesia menggunakan pasukan Inggris. Dan untuk mengenang sejarah heroiknya pemuda Surabaya, pemerintah setempat membuat Monumen Tugu Pahlawan untuk menjadi ikon seklaigus sebagai salah satu tujuan destinasi wisata sejarah di Jawa Timur.

Pariwisata di Kota Surabaya mungkin tidaklah terlalu banyak dikenal oleh masyarakat, namun bukan berarti tidak ada, karena beberapa sejarah perjuangan dan juga sebagai salah pangkalan armada timur Angkatan Laut, Surabaya juga menyajikan Monumen Kapal Selam dan beberapa bangunan tua yang bersejarah sisa peninggalan jaman Belanda masih kokoh berdiri sampai saat ini.

Untuk wisata alam, Surabaya memberikan kenyamanan di Pantai Kenjeran yang difasilitasi dengan kemudahan kemudahan untuk bersantai, dengan beragam kuliner yang siap disajikan oleh penduduk Surabaya.

Jika di Bandung sudah diresmikan sebuah wilayah yang khas dengan yang berbau Tiongkok, maka Surabaya juga memberikan sebuah kisah dan cerita masuknya warga Tiongkok ke Surabaya. Salah satunya adalah Klenteng Sanggar Agung yang awalnya dibangun untuk tempat peribadatan. Namun rupanya saat ini pihak pengurus dan pengelola menjadikan klenteng ini sebagai salah satu tujuan wisata.

Sanggar Agung mulai dibangun pada tahun 1978, namun karena menyesuaikan kebutuhan dan persoalan lokasi yang dibutuhkan lebih luas, Sanggar Agung akhirnya berpindah sebanyak tiga kali. Kepindahan yang ketiga, pada tahun 1999, Keluarga Soetiadji Yudho akhirnya menyanggupi untuk membangun Sanggar Agung dan “menetap” tidak berpindah lagi sampai saat ini. Dengan tujuan untuk mengembangkan spirit Tridharma dan juga sebagai salah satu ikon kota Surabaya.

Sebagai sebuah tempat tujuan wisata, Sanggar Agung juga dikenal sebagai salah satu kelenteng di Kota Surabaya, dan uniknya kelenteng ini dibangun di atas laut, sehingga menyerupai teluk kecil yang menjorok ke laut dan dikelilingi pohon bakau. Dibangun di atas area seluas 4000 meter, kelenteng ini mempunyai ciri Bali dan Jawa pada bangunannya. Desain eksteriornya mengandung muatan multi kultur yang berbeda pada bangunan-bangunan kelenteng, vihara atau kuil pada umumnya.

hugeng2

Arsitektur tradisional yang kental

Ciri arsitektur Sanggar Agung yang unik dan berbeda menjadikan bangunan ini sebagai tempat wisata di Surabaya yang banyak dikunjungi. Atapnya merupakan gambaran corak Bali dengan sentuhan adat Jawa yang cukup kuat. Walaupun gaya tradisional Indonesia mendominasi bangunan ini, namun tradisi kuil Tiongkok masih nampak, misalnya pada bentuk pagar.

Beberapa patung khas kelenteng ditempatkan di Sanggar Agung. Yang paling menarik perhatian adalah patung raksasa Kwan Im setinggi 18 meter yang terletak di gerbang kelenteng. Patung ini dikawal oleh dua penjaga Shan Nan dan Tong Nu serta empat maharaja pelindung empat penjuru dunia. Sedangkan pintu gerbang kelenteng dijaga oleh sepasang naga. Patung Kwan Im ini dibangun setelah seorang pekerja di kelenteng melihat sosok wanita berbaju putih berjalan di atas laut. Sosok tersebut dipercaya sebagai penampakan Kwan Im. Jika kamu berdiri di bawah gerbang Sanggar Agung, kamu bisa melihat keindahan jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Pulau Madura

Di bagian belakang kelenteng terdapat patung Maha Brahma atau yang disebut Four Face Buddha. Patung ini terdaftar pada MURI sebagai patung Four Face Buddha terbesar di Indonesia. Patung Maha Brahma ini dibangun pada lahan seluas 1,5 hektar, dan terletak tepat di tengah area serta dikelilingi taman bunga dan empat patung gajah putih. Secara umum patung ini dibangun seperti stupa yang terdiri dari tiga bagian yakni stupa, patung Maha Brahma, dan singgasana. Stupa ini sendiri berdiri di atas 4 pilar berwarna hijau keemasan. Kamu akan takjub melihat patung Maha Brahma yang besar dan seluruh permukaan patung dilapisi kertas emas 22 karat yang asli didatangkan dari Thailand. Jadi kamu tidak perlu jauh-jauh pergi ke Thailand untuk menyaksikan four Face Buddha  yang populer itu.

hugeng3

Suaka alam di sekitar Kelenteng

Selain menjadi tempat peribadatan kaum Konghucu, Sanggar Agung juga dibuka sebagai tempat wisata. Para wisatawan diarahkan berjalan melalui sayap kiri bangunan dan tidak melewati bagian dalam kelenteng supaya tidak mengganggu aktivitas peribadatan. Selain itu, di sekitar kelenteng Sanggar Agung berkembang habitat alamiah berbagai jenis hewan seperti burung bangau dan kepiting, sehingga kawasan ini sering digunakan umat Budha untuk melakukan ritual fangshen atau melepas hewan kembali ke alam liar.

Sanggar Agung bisa menjadi referensi kamu jika sedang berwisata ke Surabaya. Selain kamu dimanjakan dengan keindahan bangunan serta patung-patungnya, kamu bisa sekaligus menikmati suasana laut dan keindahan pantai di pesisir Surabaya.

loading...